Krisis Julian Alvarez dengan Atletico Madrid semakin rumit, setelah kepergiannya dari klub tampak menjadi solusi paling memungkinkan untuk mengakhiri ketegangan yang dialami kedua belah pihak. Namun, jalan menuju Arsenal, yang dipandang sebagai jalan keluar paling realistis, tampak dipenuhi rintangan yang bisa membuat penyelesaian kesepakatan ini nyaris mustahil.
Berbagai data mengindikasikan bahwa Atletico tidak akan menyetujui kepergian Alvarez dengan harga kurang dari 150 juta euro, di saat Arsenal tampaknya tidak terbiasa mengeluarkan dana sebesar itu untuk merekrut pemain dari luar Liga Inggris, kendati klub ini memiliki kekuatan finansial yang besar.
Bursa transfer Inggris memperlihatkan kecenderungan yang jelas di kalangan klub-klub besar untuk melakukan transaksi domestik, karena sebagian besar transfer bernilai tertinggi dalam beberapa tahun terakhir terjadi antar-klub Liga Inggris itu sendiri. Hal ini juga terkait dengan faktor finansial dan pajak yang membuat investasi di dalam kompetisi lebih menarik.
Yang membuat urusan ini semakin rumit bagi Arsenal adalah bahwa klub tersebut selama beberapa tahun terakhir tidak mengeluarkan dana besar untuk transfer pemain dari luar. Selain itu, transaksi terbesar yang dilakukan untuk merekrut pemain dari Liga Spanyol hanya mencapai 70 juta euro, sementara rekor transaksi terbesar sebuah klub Inggris untuk pemain yang datang dari Spanyol tidak melebihi 80 juta euro.
Sebaliknya, Atletico meminta dana yang hampir dua kali lipat dari nilai tersebut untuk melepas penyerang asal Argentina itu, yang menempatkan Arsenal di hadapan sebuah keputusan finansial yang luar biasa jika ingin merampungkan kesepakatan tersebut, terutama karena klub ini memiliki alternatif lain di bursa penyerang.
Kepindahan Alvarez ke London semakin sulit akibat sistem pajak di Inggris, karena transaksi domestik antar-klub Inggris memberikan keuntungan finansial yang tidak tersedia dengan cara yang sama saat merekrut pemain dari luar negeri, sehingga membayar 150 juta euro kepada Atletico menjadi kurang menarik dari sisi ekonomi.
Dengan demikian, persamaannya tampak jelas: Atletico ingin melepaskan diri dari krisis, Alvarez mencari jalan keluar, dan Arsenal memiliki kemampuan finansial. Namun, harga yang diminta dan karakter bursa Inggris membuat solusi yang tampak logis di atas kertas ini justru mendekati kemustahilan.

