PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi profesional di Indonesia (Liga 1 dan Liga 2) menyoroti cukup banyaknya pemain yang mengalami cedera parah dalam dua pekan terakhir. Setidaknya, ada tiga pemain yang mengalami cedera patah tulang fibula dalam waktu yang berdekatan.
Mereka adalah Robertino Pugliara (Persebaya Surabaya), Suhandi (PSMS Medan), dan Dedi Kusnandar (Persib Bandung). Akibat cedera parah itu, ketiga pemain tersebut harus mengakhiri musim ini lebih cepat lantaran butuh waktu pemulihan yang cukup lama.
Pugliara mendapatkan cedera setelah ditekel keras gelandang Borneo FC, Wahyudi Hamisi, di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, 13 Oktober lalu. Sementara Suhandi ditekel gelandang Mitra Kukar, Bayu Pradana di Stadion Teladan, Medan, 23 Oktober.
Terakhir, Dedi harus menerima kenyataan pahit ini, setelah dilanggar gelandang PSM Makassar, Rizky Pellu, di Stadion Andi Mattalatta, Makassar, Rabu (24/10) lalu. Belum lagi kiper Madura United yang sempat mengalami kondisi mengkhawatirkan setelah berbenturan dengan penyerang Persipura Jayapura, Hilton Moreira, pada pekan ke-26.
Beruntung kondisi Satria cepat pulih dan bisa kembali dimainkan saat melawan Persebaya, Kamis (25/10) malam.




"PT LIB harus memastikan pemain terproteksi di lapangan dan meminta wasit untuk lebih jeli dan tegas melihat pelanggaran-pelanggaran keras yang terjadi. Intinya wasit harus bisa memberikan proteksi kepada pemain, dan tidak segan untuk memberikan hukuman kepada pemain yang melakukan pelanggaran keras," tegas Tigorshalom Boboy, chief operating officer PT LIB dalam rilis resminya.
Memang dalam situasi pertandingan wasit tidak memberikan hukuman yang setimpal terhadap para pelaku pelanggaran di atas. Sementara Komdis PSSI juga belum memberikan respons dan tindakan atas hal tersebut.
Goal Indonesia
