PSM Makassar menanggapi dengan tenang mundurnya ‘kick-off’ Liga 1 2019, dari yang awalnya 8 Mei, menjadi 15 Mei mendatang.
Seperti dinyatakan Munafri Arifuddin selaku CEO, yang terpenting jadwal rampungnya kompetisi tetap tak bergeser dari rencana awal, Desember.
“Yang penting, akhirnya tidak bergeser. Artinya kontrak pemain itu harus bertepatan dengan selesainya kompetisi,” kata sosok yang akrab disapa Appi itu.
“Jangan sampai pemain kontraknya habis, kompetisi masih jalan. Ini kan bisa berantakan. Kasihan kami yang menggunakan pemain,” imbuh Appi.
Menurutnya, jika kompetisi rampung tak sesuai durasi kontrak pemain, bukan hanya klub yang bakal merasa rugi secara finansial.
“Dan lainnya lagi, pemain tidak masuk musim transfer nantinya. Mereka tidak bisa ke mana-mana. Ini yang kami harapkan supaya pihak PT LIB [Liga Indonesia Baru] mengatur sedemikian rupa sehingga bisa bertepatan selesainya,” bebernya.
Hingga saat ini LIB belum merilis jadwal revisi setelah dipastikan bahwa ‘kick-off’ Liga 1 mundur. PSM dalam posisi menunggu hal itu.
“Draf awalnya sudah, yang mulai 8 Mei. Yang untuk 15 Mei ini belum. Tapi saya pikir, tidak terlalu banyak perubahannya.”
Goal Indonesia