Apakah kamu berusia 24 atau lebih?

Bantu kami memverifikasi usia Anda dengan memberikan jawaban yang jujur. Situs ini berisi iklan perjudian untuk 24+.

Konten yang dibatasi usia

Anda belum cukup umur untuk melihat konten taruhan. Anda akan dialihkan ke halaman utama.

Abelardo De La Espriella Takes Office As President Of ColombiaGetty Images News

Diterjemahkan oleh

Presiden AFC Menanggapi Qatar dalam Kasus Infantino

Keretakan di dalam keluarga sepak bola Asia semakin membesar pada Selasa hari ini, setelah Presiden Konfederasi Sepak Bola Asia, Sheikh Salman bin Ibrahim Al Khalifa, menanggapi kritik yang dilontarkan Federasi Sepak Bola Qatar terhadap konfederasi benua tersebut, terkait sikapnya atas persoalan Presiden Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA), Gianni Infantino, dan proyeknya sebelumnya untuk memasukkan investasi swasta ke Piala Dunia.

Meski Infantino telah menarik proyek pelibatan sektor swasta dalam kompetisi FIFA, terutama Piala Dunia, tekanan terhadapnya masih terus berlanjut, setelah kritik yang dialamatkan kepadanya kembali muncul pekan lalu melalui surat bersama yang dikeluarkan oleh konfederasi Asia, Eropa, serta Konfederasi Sepak Bola Amerika Utara, Tengah, dan Karibia (CONCACAF).

Ketiga konfederasi menegaskan dalam suratnya bahwa sepak bola "bukan milik individu mana pun", dalam sikap yang tampak diarahkan langsung terhadap Infantino, seraya menekankan bahwa "kepemimpinan dalam sepak bola bukanlah kepemilikan, dan tidak berkaitan dengan mempertahankan kekuasaan atau menuntut untuk mempertahankannya".

Ketiga konfederasi menambahkan dalam suratnya: "Ketika kepercayaan hilang akibat penipuan, dan ketika seseorang menempatkan dirinya di atas kelompok yang telah mempercayakan kekuasaan kepadanya, maka ia telah mengabaikan kewajiban tersebut."

Para pengkritik Infantino menuntut agar ia mundur dari jabatannya, terkait proyeknya yang gagal untuk menjual saham dalam Piala Dunia. Namun, Federasi Sepak Bola Qatar tidak puas dengan sikap Konfederasi Sepak Bola Asia atas persoalan tersebut, demikian pula dengan surat terbuka bersama itu.

Pernyataan Keras Qatar

Federasi Qatar menilai bahwa setiap sikap yang disampaikan sebagai sikap kolektif dari federasi-federasi anggota "harus didasarkan pada konsultasi sebelumnya".

Federasi tersebut menuntut, dalam pernyataan yang disebarkan oleh direktur medianya, adanya "penjelasan tertulis mengenai proses konsultasi yang mendahului dikeluarkannya pernyataan itu", di samping untuk mengetahui "mekanisme pemberitahuan kepada federasi-federasi nasional anggota atau konsultasi dengan mereka, serta penjelasan mengenai dasar yang digunakan Konfederasi Sepak Bola Asia untuk berbicara secara kolektif atas nama para anggotanya".

Presiden Federasi Sepak Bola Qatar, Sheikh Hamad bin Khalifa bin Ahmad Al Thani, menjelaskan bahwa "Federasi Sepak Bola Qatar tidak diajak berkonsultasi, baik secara resmi maupun tidak resmi, sebelum pernyataan itu dikeluarkan".

Ia menambahkan: "Federasi juga tidak menerima pemberitahuan sebelumnya atau naskah pernyataan, dan tidak diberi kesempatan untuk memberikan komentar atau berkontribusi pada isinya sebelum diterbitkan atas nama Konfederasi Sepak Bola Asia dan mewakili para anggotanya."

Ia menegaskan bahwa "setiap sikap yang disampaikan sebagai sikap kolektif dari federasi-federasi anggota harus didasarkan pada proses konsultasi yang jelas yang mendahului pengumumannya, dan tidak boleh diasumsikan adanya kesepakatan kolektif tanpa merujuk kepada para anggota".

Tanggapan Sheikh Salman

Di sisi lain, Sheikh Salman bin Ibrahim Al Khalifa menanggapi kritik-kritik tersebut pada Selasa hari ini, membantah telah melampaui kewenangannya, dan menegaskan bahwa ia bertindak "dalam kerangka wewenang hukum yang diberikan kepada saya berdasarkan statuta dasar Konfederasi Sepak Bola Asia".

Pejabat asal Bahrain itu berkata, dalam pernyataan yang dikutip oleh surat kabar "Asharq Al-Awsat" Saudi: "Saya menolak secara tegas segala sindiran bahwa saya telah melampaui kewenangan saya melalui keikutsertaan saya dalam pernyataan itu, atau bahwa Konfederasi Sepak Bola Asia salah karena ikut serta di dalamnya."

Ia menambahkan: "Konfederasi Sepak Bola Asia adalah pihak yang menaungi sepak bola di Asia, dan presidennya memikul tanggung jawab untuk melindungi kepentingan dan nilai-nilai olahraga ini. Dalam situasi seperti yang menyebabkan dikeluarkannya pernyataan bersama itu, sikap berdiam diri bertentangan dengan tanggung jawab ini."

Pada saat yang sama, Infantino menolak seruan yang menuntut pengunduran dirinya, dan memperoleh "dukungan penuh" dari para petinggi Federasi Sepak Bola Internasional, dalam sebuah pertemuan darurat yang ia gelar di Maroko dua pekan lalu.

Iklan

SUKA CERITA INI?

Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

Ikuti GOAL di Google