Banyak orang yang terasosiasi dengan Manchester United, termasuk suporter, marah-marah di media sosial ketika mengetahui ikon klub Cristiano Ronaldo mendekat ke rival sekota Manchester City. Hal itu sudah terjadi sejak Kamis (26/8) sebagaimana Jorge Mendes selaku agen si pemain menawarkan sang bintang ke klub penghuni Etihad Stadium.
Transfer itu seperti hampir menjadi kenyataan pada Jumat (27/8) sore WIB mengingat Ronaldo telah mengucapkan salam perpisahan kepada koleganya di Juventus dan pergi dengan jet pribadi. Sampai momen itu, banyak yang mengira ia akan terbang ke Inggris dengan tujuan klub Manchester Biru.
Alih-alih, pemain berusia 36 tahun itu mendarat di Lisbon dan tanpa diduga United langsung melakukan pengejaran untuk memulangkannya dan transfer itu dikonfirmasi tak lama setelah manajer Ole Gunnar Solskjaer menggelar sesi konferensi pers, menegaskan bahwa Ronaldo “adalah legenda klub ini dan dia tahu kami ada di sini”.
Semua prosesnya hanya butuh beberapa jam untuk membolak-balikkan keadaan, dengan United akhirnya memulangkan sang mantan bintang.
Dalam keterangan resminya, pihak Old Trafford menyatakan: "Manchester United senang untuk mengonfirmasi bahwa klub telah mencapai kesepakatan dengan Juventus untuk transfer Cristiano Ronaldo, tinggal urusan kontrak, visa dan tes medis.
“Cristiano, peraih Ballon d’Or lima kali, sejauh ini sudah memenangkan 30 trofi mayor dalam kariernya, termasuk lima gelar Liga Champions, empat Piala Dunia Antarklub, tujuh gelar liga di Inggris, Spanyol dan Italia, dan menjuarai Euro bersama negaranya Portugal.
“Di periode pertamanya untuk Manchester United, dia mencetak 118 gol dalam 292 pertandingan.
“Semua orang di klub tak sabar menyambut kepulangan Cristiano ke Manchester.”
GettyBanyak media di Inggris menduga Ronaldo memang sempat tergoda untuk membelot ke City dan itu bisa dipahami lantaran peluang meraih juara di sana selalu ada di bawah arahan Pep Guardiola.
Akan tetapi, beberapa orang yang dekat dengannya seperti mantan rekannya di United ramai-ramai menghubunginya. Rio Ferdinand dan Patrice Evra adalah sedikit contoh yang menanyakan kebenaran di balik saga transfer ini.
Ferdinand bahkan membenarkan bahwa ia langsung mengonfrontasi legenda Portugal tersebut. “Saya menelepon [Ronaldo] segera: ‘Apa yang terjadi? Bilang jika itu [kabar ke City] bohong’. Setiap ketikan adalah ‘no, no, no’ di dalam percakapan.
“Saya ini seperti semua fans, [reaksi] saya sama dan kita semua sama menyangkut ini: ‘Tolong katakan Anda tidak ke sana [City]’?
“Saya harap akan ada pengumuman segera dan itu adalah salah satu yang membuat saya bahagia… itu yang terbaik, kita sudah melihat beberapa transfer luar biasa di musim panas ini.”
Beberapa saat setelah United mengumumkan kesepakatan transfer, Evra turut mengunggah percakapannya dengan Ronaldo dan menyertakan caption yang berbunyi: “Orang-orang terkadang harus tenang!!! Dia pulang ke rrumah, rileks. Sekarang saya bisa mengunggah ini. TRANSFER TERBESAR DALAM SEJARAH SEPAKBOLA #ilovethisgame.”
Dengan konfirmasi ini, Ronaldo berarti telah memenuhi perkataannya dan tidak jadi dicap 'omdo' atau omong doang, mengingat pada 2013 lalu ia pernah berikrar takkan pindah ke City.
"Main untuk City dan bukan United? Saya tidak akan melakukan itu. Mengapa? Karena hati saya ada di Manchester United, itulah sebabnya," demikian Ronaldo kepada The Sun di tengah spekulasi yang mengaitkannya dengan kepindahan dari Real Madrid ke Etihad Stadium.
"Saya bisa bilang bahwa itu akan sangat, sangat, sangat, sangat, sangat, sangat, sangat, sangat, sangat, sangat, sangat sulit untuk bermain di Manchester City. Sangat sulit karena Manchester United."
Entah City dijadikan 'alat' bagi Mendes untuk memaksa United bergerak cepat, itu belum bisa dijawab. Selama ini, banyak agen yang memang memanfaatkan klub lain untuk memuluskan tujuan dari pihak mereka; seperti kasus Sergio Ramos, yang beberapa tahun lalu sempat juga dikaitkan dengan United sebelum akhirnya meneken perpanjangan kontrak di Madrid.
Agennya waktu itu diyakini memanfaatkan nama besar United guna memaksa Madrid memberikan perpanjangan sebagaimana Los Blancos jelas tidak ingin kehilangan Ramos di usia prima.
Saga transfer musim panas ini benar-benar yang terbaik, terlebih setelah melihat Lionel Messi meninggalkan Barcelona untuk merapat ke PSG secara cuma-cuma, dan kita semua kini menjadi 'korban' dari aksi prank jenaka yang dilakukan Ronaldo, Mendes serta duo klub Manchester.
