Ketika Giovani Lo Celos mendapat umpan dari Lassana Diarra di luar kotak penalti Lille, sulit untuk membayangkan sesuatu yang ajaib bakal terjadi. Ia seperti dikelilingi tembok tebal karena pemain lawan mengepungnya.
Biarpun demikian, Lo Celso tetap menghadapi tembok itu sebelum tiba-tiba melepaskan tembakan chip cantik yang melambung melewati kepala Mike Maignan dan bersarang secara mulus di gawang. Kiper Lille itu memang terlalu maju dari gawangnya dan Lo Celso dengan cerdik memanfaatkannya..
Itu adalah cara spesial untuk mencetak gol debut di Ligue 1 Prancis bagi Paris Saint-Germain.
"Kami mencetak dua gol indah, tetapi saya pikir punya dia lebih indah," ungkap Neymar, yang di laga ini mencetak sebuah gol tendangan bebas ciamik, beberapa menit sebelum gol cantik Lo Celso terjadi.

Gol tersebut menunjukkan semakin tebalnya kepercayaan diri pemain 21 tahun itu setelah belakangan mulai sering tampil reguler. "Saya sangat percaya diri," ungkapnya kepada Canal+ selepas laga. "Sebetulnya ada celah untuk memberikan umpan kepada Neymar, tetapi saya memutuskan untuk menembak dan syukurlah bisa menjadi gol."
Melejitnya performa Lo Celso di Parc des Princes dalam beberapa bulan terakhir ini memang terbilang menakjubkan. Diboyong dari Rosario Central senilai €10 juta pada Januari tahun lalu, Lo Celso sempat mengundang tanda tanya soal masa depannya di PSG setelah cuma mengemas 82 menit penampilan di musim debutnya di Ligue 1.
Ketika Goncalo Guedes dipinjamkan ke Valencia untuk memberi ruang pada Neymar dan Kylian Mbappe, Lo Celso ternyata tetap dipertahankan klub di musim panas. Cedera yang dialami Thiago Motta memberikannya peluang lebih besar untuk bermain reguler. Hasilnya, Lo Celso kini lebih dipercaya ketimbang Javier Pastore dan Julian Draxler untuk bermain di lini tengah.
"Dia adalah contoh yang sangat bagus," kata pelatih Unai Emery pada bulan lalu. "Dengan sabar, dia berlatih keras setiap hari. Awalnya dia tidak masuk skuat sama sekali, lalu dia bermain lima menit, sepuluh menit, dan seterusnya."
"Dia sangat berhak untuk berada di Starting XI. Dia mendapatkan respek tinggi dari rekan setimnya, pelatih, dan fans. Dia sangat fokus dan selalu ingin terlibat. Dia mau beradaptasi dengan posisi yang dibutuhkan tim. Itulah mengapa dia berada di level yang sangat bagus. Dia adalah salah satu pemain yang penting di skuat kami."

Barangkali, yang paling menonjol dari mencuatnya Lo Celso ini adalah bahwa dia mampu menjalankan perannya dengan sangat baik sebagai sosok No.6 yang normalnya ditempati oleh pemain yang punya postur fisik tinggi besar.
Dengan tinggi 177 sentimeter, dia memberikan dimensi yang sangat berbeda di posisi ini ketimbang Motta. Namun ia tetap membangun bisa membangun harmoni dengan Marco Verratti dan Adrien Rabiot. Keduanya justru diplot lebih agresif ketimbang Lo Celso, yang awalnya direkrut dengan tujuan untuk menambah sisi ofensif dari lini tengah.
Secara diam-diam, Lo Celso berhasil menjadi salah satu revelation terbaik di Prancis musim ini. Dia juga selalu tampil starter dalam tujuh partai terakhir di Ligue 1. Dia memang belum tampil starter di Liga Champions, kendati mampu mengemas dua assist hanya dari total 65 menit di fase grup.
Namun kesempatan itu tidak lama lagi akan datang. Seiring Motta yang masih belum pulih dari cedera, Lo Celso diyakini akan menjadi pilihan utama saat menghadapi Real Madrid pada 14 Februari nanti.





