Manajer Manchester CityPep Guardiola melantunkan pujiannya kepada Kevin De Bruyne karena mau berkorban dengan rela ditempatkan di sejumlah posisi sesuai kebutuhan tim.
Posisi De Bruyne memang sangat fleksibel di musim ini. Dalam laga terakhir saat City melibas Southampton 3-0, Sabtu (15/4), ia menduduki pos sayap kanan. Sebelumnya, De Bruyne pernah bermain sebagai playmaker, sayap kiri, gelandang sentral, hingga striker, yakni saat City berjumpa Barcelona di Camp Nou dalam fase grup Liga Champions.
Tiadanya posisi yang saklek bagi De Bruyne tersebut membuat catatan golnya menurun drastis ketimbang musim lalu. Dari total 16 gol di musim 2015/16, De Bruyne sejauh ini baru mengoleksi lima gol di semua ajang. Beruntung, pemain termahal klub itu mendapat apresiasi tinggi dari manajernya.
SIMAK JUGA: Guardiola: Mental City Di Eropa Harus Berubah
“Anda tidak mungkin melakukan hal itu jika Anda bukan pria yang baik. Dia adalah sosok yang rendah hati, tidak egois, dan mementingkan tim,” kata Guardiola menyanjung pengorbanan sekaligus fleksibilitas De Bruyne tersebut.
“Saya sudah berbicara dengannya berkali-kali soal posisi favoritnya. Tetapi dia menjawab, ‘Itu tidak masalah. Saya hanya ingin bermain. Saya akan beradaptasi di posisi mana pun.’ Dengan kualitas bermain seperti dirinya, tentu saja dia mendapat menit bermain yang sangat banyak.”
Getty“Akhir-akhir ini, performanya sedikit menurun, tetapi itu normal karena dia kelelahan. Itulah mengapa kami sangat merindukan [Ilkay] Gundogan. Saya juga merasa bersalah karena tidak memberikan banyak kesempatan kepada Fabian Delph misalnya.”
“Tentu saja dia [De Bruyne] adalah pemain yang sangat penting. Dia adalah pemain yang selalu bisa membuat peluang di area berbahaya. Jangan lupa bahwa 18 tembakan kami yang mengenai tiang di musim ini, tujuh atau delapan di antaranya berasal dari Kevin De Bruyne. Kami sedikit tidak beruntung. Tetapi dia tetap pemain yang fantastis,” sanjungnya.
Goal


