OLEH ERIC NOVEANTO Ikuti di twitter
Al Ain sedang dalam posisi genting di Grup C sebelum melakoni kunjukan ke Iran guna menghadapi Zob Ahan dalam laga pekan kelima Liga Champions Asia. Namun raksasa Uni Emirat Arab (UEA) itu sukses menang 3-0 sekaligus memastikan tiket menuju babak 16 besar.
Hasil akhir permainan seperti menunjukkan dominasi total Al Ain dan ibarat Zob Ahan sama sekali tak memberikan ancaman berarti. Akan tetapi terlepas dari kotribusi tiga gol Danilo Asprilla, Omar Abdulrahman dan Mohammad Abdulrahman, sebenarnya kemenangan finalis tahun lalu itu tak lepas dari performa heroik kiper mereka, Khalid Eisa.
REVIEW Liga Champions Asia: Muangthong United & Tim-Tim Unggulan Ke 16 Besar
Penjaga gawang internasional UEA tersebut menjadi sosok yang sangat tangguh di bawah mistar dengan melakukan sejumlah penyelamatan sempurna. Eisa menggagalkan sebuah peluang matang Zob Ahan beberapa saat sebelum Danilo membuka keunggulan bagi timnya. Kontribusi terbesarnya adalah ketika menyelamatkan gawangnya dari sebuah eksekusi penalti beberapa detik jelang turun minum.

Dalam momen tersebut, Eisa menghadapi penyerang internasional Honduras, Jerry Bengtson yang bertindak sebagai eksekutor penalti Zob Ahan. Bengtson mencoba untuk mengelabuhinya dengan tembakan chip, tapi kiper berusia 27 tahun itu tak terkecoh dan justru sukses menangkap bola dengan tenang.
Selebihnya, Eisa tampil bagus selama pertandingan berjalan, mencatatkan statistik penyelamatan luar biasa sempurna dengan mencapai rasio 100 persen dari total sepuluh tembakan yang dihadapinya. Kinerjanya terlihat menonjol selain para pencetak gol timnya.
Ia juga bagus dalam menghalau setiap bola-bola di udara, mengklaim dua bola tinggi yang mengancam kotak penaltinya dan begitu cepat menyapu bersih seluruh serangan yang dilancarkan Zob Ahan. Sebuah performa spesial ketika seorang penjaga gawang diagungkan lebih dari para pencetak gol.
Ya, Khalid Eisa memang layak untuk dinobatkan sebagai pemain terbaik Liga Champions Asia pekan ini versi Toyota.



