OLEH ERIC NOVEANTO Ikuti di twitter
Nama Ritsu Doan menjadi pusat perhatian publik sepakbola Jepang setelah menampilkan performa menjanjikan bagi Gamba Osaka selama bulan April terutama di gelaran Liga Champions Asia.
Meski Gamba Osaka tak menampilkan permainan solid selama mengarungi fase grup turnamen selama sebulan terkahir, gelandang sayap berusia 18 tahun penuh talenta tersebut memiliki pekan produktif kala timnya bermain imbang 3-3 melawan juara A-League Australia, Adelaide United pada 25 April kemarin.
Bermain sebagai sayap kanan di laga tersebut, Doan menjadi salah satu pemain Gamba Osaka yang paling bersinar. Pemain yang melakoni debut di Liga Champions Asia mau pun J.League saat berusia 16 tahun itu mencetak gol kedua dan membawa timnya unggul 2-0 saat laga baru berjalan 13 menit.
Proses gol yang dicetaknya pun tergolong indah, yakni melalui sebuah aksi yang diakhiri dengan tembakan keras dari jarak yang cukup jauh di sisi kanan. Kiper lawan dibuatnya mati langkah dan bola meluncur masuk ke dalam gawang Adelaide.

Secara keseluruhan, performa Doan tergolong bagus meski Gamba Osaka pada akhirnya gagal meraih kemenangan setelah Adelaide secara ketat mampu memaksa laga menjadi sama kuat. Sang youngster konsisten dalam menebar ancaman terutama melalui umpan-umpan silang.
Kemunculan Doan memang bukan seketika. Ia merupakan salah satu satu dari enam lulusan akademi Gamba Osaka yang mendapatkan kontrak bermain di tim utama sebelum menuntaskan pendidikan sekolah menengah atas.
Di pentas internasional, Doan sempat mencuri perhatian banyak kalangan ketika berperan besar dalam kesuksesan Jepang menjadi juara di kejuaraan Piala Asia U-19 edisi 2016 lalu yang digelar di Bahrain, dengan nama sang gelandang mungil terpilih sebagai pemain terbaik (MVP).
Prestasi individunya tak hanya itu, pemain yang mengidolakan sosok gelandang legendaris Jepang, Shinji Ono tersebut juga pernah dinobatkan sebagai pemain muda terbaik Asia versi AFC tahun lalu. Dan sejak saat itu, secara perlahan Doan semakin menunjukkan kualitasnya dan bukan tidak mungkin akan menjadi andalan Jepang di masa mendatang.



