Pelatih Borneo FC Dejan Antonic mengaku pemain sempat gugup di babak pertama ketika mengalahkan Bhayangkara FC dengan skor telak 3-0 di Stadion Segiri kemarin sore.
Dejan mengatakan, kegugupan ini muncul setelah Sultan Samma terpaksa ditarik keluar saat laga baru berjalan sepuluh menit akibat mendapat cedera, sehingga ia terpaksa mengubah skema permainan. Apalagi Borneo FC juga tidak diperkuat empat pilar, yakni Wahyudi Hamisi, Tijani Belaid, Abdul Rachman, dan Hisyam Tolle.
“Kami harus mengganti Sultan, karena dia cedera. Itu membuat permainan kami berubah. Pemain menjadi gugup di babak pertama. Tapi di babak kedua kami bermain bagus,” ujar Dejan.
“Saya puas dengan performa pemain. Mereka menunjukkan semangat tinggi sepanjang pertandingan. Hasil ini sekaligus menjadi modal buat menghadapi enam pertandingan terakhir.”
Sedangkan kiper Muhammad Ridho merasa senang gawangnya tidak kebobolan di laga ini. Menurut Ridho, mereka kini mengalihkan fokus menatap laga berikutnya agar tim tetap berada di papan atas.
“Kami harus lebih fokus. Melawan PSMS [Medan] jangan sampai lengah. Kami semua akan berjuang sepenuh hati juga buat Borneo FC,” kata Ridho.
Goal Indonesia




