Meski Michael Olise mengawali musim ini dengan penampilan yang luar biasa, tanda-tanda kekhawatiran mulai muncul di dalam Bayern Munich, setelah hasil-hasil terakhir tim mengungkap ketergantungan yang berlebihan pada kemilau bintang Prancis tersebut. Hal itu memicu kritik keras dari Didi Hamann, mantan pemain klub dan analis jaringan "Sky Sports".
Olise mencetak delapan gol dan menciptakan empat assist dalam sembilan pertandingan musim ini, namun ia menerima kartu merah saat menghadapi Viking Stavanger dari Norwegia setelah mendapat dua kartu kuning, menyusul tindakan gegabah terhadap lawannya, Zlatko Tripic. Bayern pun harus menyelesaikan laga dengan sepuluh pemain, sebelum akhirnya kebobolan gol penyeimbang dan mengakhiri pertandingan dengan skor 3-3, sebuah kegagalan yang membuat Hamann marah.
Hamann mengatakan kepada surat kabar "Bild" bahwa kegagalan Bayern menuntaskan pertandingan meski sebelumnya unggul jumlah pemain, serta menghabiskan 25 menit dengan sepuluh pemain tanpa mampu mempertahankan kemenangan, merupakan hal yang mengkhawatirkan. Ia menilai tim kini bergantung secara berlebihan pada kemilau Olise.
Ia menambahkan: "Bayern Munich kini terlalu bergantung pada Olise. Jika dia tidak melakukan apa pun, maka tidak ada orang lain yang akan melakukannya. Dia pemain luar biasa, dan saya bahkan tidak ingin membayangkan apa yang bisa terjadi jika dia absen dalam waktu lama."
Kritik Hamann tidak hanya tertuju pada Olise, tetapi juga meluas ke elemen-elemen serangan lainnya, kecuali Harry Kane, yang menampilkan level istimewa dengan angka-angka serupa bintang Prancis itu, setelah mencetak delapan gol dan menciptakan empat assist.
Ia menyoroti penurunan performa Luis Diaz dan Lennart Karl, di samping absennya Jamal Musiala karena cedera, serta Serge Gnabry yang belum sepenuhnya kembali ke kondisi terbaiknya setelah lama menepi. Ismail Saibari juga belum memberikan tambahan ketajaman yang diharapkan, sehingga menambah tekanan pada Olise dan Kane.
Kekhawatiran Bayern semakin berlipat menjelang laga yang dinanti melawan Arsenal di Liga Champions Eropa, karena Olise akan absen pada pertandingan berikutnya akibat skorsing. Duel itu akan menjadi ujian nyata bagi kemampuan tim menutupi ketiadaan salah satu senjata serangan terpentingnya, dan menjawab pertanyaan yang kini mengemuka dengan kuat: apakah Bayern memiliki solusi yang cukup, atau justru kemilau Olise menutupi krisis serangan yang lebih dalam?




