Arsenal social boycott GFXGetty / Goal

Gara-Gara Keganasan Netizen, Arsenal Pertimbangkan Tutup Semua Akun Media Sosial

Arsenal tengah mempertimbangkan untuk mengikuti jejak legenda mereka, Thierry Henry, menutup akun media sosial demi mencegah serangan-serangan netizen terhadap para pemain mereka.

Chief executive Arsenal Vinai Venkatesham menyadari, pelecehan virtual semacam ini tidak menutup potensi bisa berujung pada tindakan yang tak diinginkan bagi para pemain di Emirates Stadium. 

Lebih lanjut, sang petinggi The Gunners khawatir kebiasaan jelek semacam ini akan menjadi satu hal yang dianggap wajar di mata fans.

Venkatesham juga menilai, sikap kebencian yang ditunjukkan secara daring telah menyebar jauh lebih luas dibanding sebelumnya. 

Arsenal memang sejauh ini belum memboikot berbagai platform mereka, tapi klub masih terus menggalakkan kampanye bertajuk #StopOnlineAbues dengan tujuan agar sikap para warganet berubah dan hari-hari berjalan terasa lebih ringan bagi para pemain.

"Kita semua harus mengakui bahwa ini semua sudah keterlaluan," tegas Venkatesham dalam wawancaranya dengan Sky Sports News.

"Sisi gelap dari media sosial itu benar-benar ada, dan kami tidak bisa menerima itu. Saya melihatnya itu [media sosial] bukannya malah menjadikan kami lebih baik, saya memahaminya kami malah semakin buruk dan kami harus mencari solusi untuk mengatasi persoalan ini. Saya tidak bilang, masalah ini bisa diatasi dengan mudah," imbuhnya.

"Apa yang ingin saya lakukan, bersama pihak lain, adalah melakukan segala yang kami bisa untuk menghilangkan sisi gelap ini, sehingga kami bisa terus menikmati kanal-kanal media sosial dengan segala hal positif yang terdapat di dalamnya," jelasnya.

Rencana kampanye #StopOnlineAbuse ini mencakup gugus tugas yang memberikan dukungan emosional dan praktis kepada para pemain, memanfaatkan basis fans dan komunitas aksi mereka untuk membantu memberantas pelecehan.

Arsenal sendiri mendukung penuh tindakan Henry, topskor sepanjang masa klub, setelah dia menutup akun media sosialnya pada pekan ini demi menghindari segala bentuk perundungan, rasisme dan diskriminasi.

Henry sebelumnya mengatakan, masalah ini "terlalu beracun untuk diabaikan."

"Saya memahami keputusan yang dibuat Henry. Saya pikir itu menyedihkan bahwa Thierry sampai harus melakukan itu [tutup medsos]. Tapi saya juga merasa itu benar-benar jadi pesan yang mengena, dan saya memberikan selamat pada dia atas sikapnya itu," ucap Venkatesham.

"Saya merasa sangat sedih karena telah sampai pada titik di mana seorang pemain dengan profile seperti Henry, orang yang baik, telah menganggap bahwa media sosial tidak lagi jadi tempat yang aman," serunya.

Arsenal memiliki 38 juta 'like' di laman resmi Facebook mereka dan memiliki pengikut lebih dari 37 juta orang gabungan dari Twitter dan Instagram.

Klub tidak segan-segan mempertimbangkan untuk menutup akun media sosial mereka untuk sementara waktu.

Iklan
0