Penyerang asing Persib Bandung, Jonathan Jesus Bauman, mengungkapkan kesannya untuk pertama kali menaiki kendaraan taktis (rantis). Hal itu dialaminya saat Persib bertandang ke kandang Arema FC di Stadion Kanjuruhan, Malang, Minggu (15/4) lalu.
Seperti diketahui, rivalitas antara Arema dan Persib begitu tinggi. Sehingga untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, panpel Arema menyediakan rantis untuk mengantarkan rombongan tim Maung Bandung ke stadion dan pulang ke hotel tempat mereka menginap.
Belum lagi, pada laga itu juga harus diakhiri dengan kericuhan setelah penonton menyerbu masuk ke lapangan pertandingan pada masa injury time babak kedua. Itu membuat rombongan Persib sempat tertahan cukup lama tak bisa keluar dari stadion.
"Ini sungguh pengalaman yang luar biasa bagi saya. Tentu, ini yang pertama selama saya berkarier di dunia sepakbola. Aneh memang, itu seperti mau perang. Padahal, kita hanya akan bermain sepakbola," kata Bauman, seperti dikutip laman resmi Persib.
Berkaca dari insiden di Stadion Kanjuruhan, penyerang asal Argentina ini juga memberikan imbauan kepada Bobotoh, sebutan suporter Persib, untuk tak bertindak anarki.
"Karena insiden itu kami harus menunggu. Menunggu hampir tiga jam setelah match sangatlah tidak baik. Ke depannya, khususnya untuk Bobotoh tenang saja jangan terbawa emosi. Rivalitas itu hanya di dalam lapangan. Jika berbuat (anarki), itu hanya akan membuat kita ditertawakan," tutur pemain bernomor punggung 99 itu.





