OLEH SANDY MARIATNAIkuti di twitter
Playmaker ArsenalMesut Ozil mengakui jika Liga Primer Inggris menghadirkan tantangan terberat di sepanjang kariernya. Sambil membandingkan dengan kompetisi lain, Ozil menyebut jika sepakbola Inggris jauh lebih keras dan kejam.
Hal tersebut terungkap dalam buku otobiografi terbaru Ozil berjudul “Gunning for Greatness: My Life” yang dinukil oleh Daily Mail. Gelandang serang Jerman itu menceritakan penderitaan yang dialaminya selama empat tahun terakhir berkarier di Inggris bersama Arsenal, namun ia juga menyebut jika pengalaman itu membuatnya semakin kuat.
SIMAK JUGA: Ozil: Empat Besar Lebih Penting Dari Masa Depan Saya
“Liga Primer adalah tantangan terberat yang pernah saya alami di sepakbola. Jika Anda tidak mampu menghadapinya, maka nama Anda tinggal sejarah,” tulisnya.
“Bulan-bulan pertama sejak saya pindah dari Real Madrid, saya merasakan hal itu. Jika pertandingan di Spanyol berbasis pada permainan elegan, maka di Inggris Anda harus berani mencakar, menggigit, dan bertarung. Di Inggris, sepakbola adalah tekel demi tekel. Tubuh Anda akan penuh adrenalin sehingga Anda tidak merasakan rasa sakit.”
“Tapi kemudian setelah bertanding, Anda akan menemukan luka-luka penderitaan. Kaki saya terlihat berwarna biru, seperti baru saja dipukul palu. Ada luka cakar di leher saya dan luka memar di punggung, bahu, dan dada saya. Inilah ucapan selamat datang di Liga Primer dari lawan-lawan dan wasit tidak melihatnya.”

Ozil menambahkan jika para pemain di Liga Primer lebih cerewet ketimbang liga lain sebagaimana ia kerap mendapat berbagai macam ejekan saat bertanding. Ozil juga mengakui kerap meminta perlindungan dari wasit karena ia banyak dilanggar, meski pada akhirnya sang pengadil lapangan justru memintanya untuk tidak bersikap manja.
Ia melanjutkan, “Dihajar oleh lawan, dibantah oleh wasit. Sepakbola tidak pernah seberat ini. Itulah Liga Primer, itulah sepakbola Inggris. Dan itulah sepakbola yang saya alami sekalgus saya cintai hari ini.”
“Saya bertambah kuat di Arsenal. Saya banyak belajar. Massa otot saya bertambah banyak ketimbang saat di Real Madrid. Jadi secara fisik saya lebih baik.”
Goal

