OPINI KRIS VOAKES PENYUSUN ADHE MAKAYASA
Resmi sudah, Manchester United takkan berlaga di ajang Liga Champions musim 2019/20, dengan mereka bakal menjadi kontestan di kompetisi Liga Europa yang dimainkan pada malam Jumat.
Dan ini sungguh disayangkan melihat mereka menyerah mengejar mimpinya.
Hasil imbang 1-1 yang mereka raih ketika melawan Huddersfield Town, yang baru menang sekali dan imbang sekali dalam 24 partai terakhirnya, juga status mereka yang sudah dipastikan terdegradasi pada awal Maret, benar-benar menjabarkan posisi skuat Manchester United saat ini.
Intinya, mereka tampil buruk di John Smith’s Stadium pada Minggu (5/5) malam WIB sebagaimana performa buruk tersebut terus saja terjadi musim ini.
Scott McTominay sejatinya sanggup membawa timnya memimpin di awal laga, itu setelah tendangan kaki kirinya menembus gawang Jonas Lossl, yang harusnya bisa dengan mudah mengantisipasi itu namun entah mengapa ia justru membiarkan bola melewati kakinya dan akhirnya masuk.




Di sepanjang babak pertama United terlihat mengontrol pertandingan tanpa benar-benar terlihat bisa mencetak gol kedua atau lebih. Setelah permainan digulirkan kembali, mereka memang terlihat lapar untuk mencetak gol lainnya demi meningkatkan statistik selisih gol, tapi mereka justru bermain seperti tim yang tidak niat.
Mereka mencoba untuk bermain cepat di awal babak kedua setelah Alexis Sanchez yang cedera digantikan oleh Tahith Chong, namun tidak lama kemudian Huddersfield mendapatkan gol penyama.
Dari situasi sepak pojok United, Lossl menangkap bola dan melepaskan umpan jauh yang gagal diantisipasi Luke Shaw hingga itu jatuh ke kaki Isaac Mbenza. Sang winger lantas dengan kepercayaan dirinya melepaskan tendangan mendatar ke arah David de Gea dan United harus menerima balasan atas permainannya yang kurang menggigit.

Fakta bahwa mereka jarang menciptakan peluang melawan salah satu tim terburuk yang pernah ada di Liga Primer menjabarkan semua yang ingin Anda ketahui tentang United, selagi legenda Setan Merah Gary Neville juga tak ragu mengkritik mantan klubnya tersebut.
“Tim Huddersfield Town ini mengalami kesulitan di sepanjang musim. Anda melihat mereka, mereka tidak punya kualitas, namun saya justru lebih menyukai mereka ketimbang yang memakai jersey warna merah, jika boleh jujur,” kata Neville, yang sekarang bekerja sebagai pandit di Sky Sports.
“Setidaknya Anda bisa mengidentifikasi mereka. Tidak ada yang saya sukai dari tim United ini, mereka buruk.
“Sebagai seorang manajer, Anda tentu ingin menyukai tim Anda. Saya melihat Ole Gunnar Solskjaer, saya tidak bisa membayangkan dia di sana berpikir dia suka menonton ini – saya tidak.
“Ini sama sekali bukan tim. Itu mengingatkan saya pada tim Tottenham yang diwarisi [Mauricio] Pochettino, dengan [Younes] Kaboul, [Emmanuel] Adebayor, [Etienne] Capoue, sekelompok individu tanpa roh nyata – dan dia membongkarnya sepotong demi sepotong.”
Tidak ada yang bisa dinikmati dari performa tim United ini, dan itu wajar karena mereka sekarang baru menang dua kali secara tidak meyakinkan dalam sepuluh pertandingan terakhirnya, hingga kemudian itu membuat mereka gagal menggapai empat besar Liga Primer.
Ole sempat memberi harapan kepada fans untuk finis di empat besar pada Maret kemarin, tapi tidak untuk tiga bulan sebelum itu. Namun yang terjadi mereka justru memalukan antara Maret dan Mei, dan petang kemarin adalah hari buruk lainnya dari tim United.

