Pelatih Melbourne Victory Grant Brebner tidak memasang target tinggi di lanjutan Liga Champions Asia (LCA) 2020 yang berlangsung di Qatar, dan memilih menyolidkan tim menyambut musim baru Liga Utama Australia (A-League).
Brebner menyebutkan, kebijakan itu diambil jajaran pelatih, mengingat waktu berkumpul tim tidak ideal akibat penerapan pembatasan sosial berskala besar (lockdown) di Melbourne, sehingga persiapan anak asuhnya tak maksimal. Ia menjadikan LCA sebagai bagian persiapan tim menghadapi A-League 2020/21.
Menurut Brebner, Victory membutuhkan waktu untuk menyatukan visi permainan tim yang sulit mereka dapatkan bila dilakukan di Melbourne. Apalagi mereka kedatangan tujuh pemain baru, di antaranya bek Dylan Ryan dan gelandang Jacob Butterfield. Skuad Victory bertolak ke Doha, Kamis (19/11) malam, waktu setempat.
“Kami ingin menjadikan kompetisi ini (LCA) untuk menyatukan semua elemen, baik di dalam maupun di luar lapangan. kami ingin memastikan struktur kami membuahkan hasil,” ujar Brebner dilansir laman resmi klub.
“Kami sudah melakukan perekrutan dan mendatangkan pemain baru dalam waktu yang singkat. Beberapa pemain ada yang belum bergabung dengan tim, dan mereka langsung terbang ke Doha. Itu tentunya tidak ideal.”
Getty ImagesVictory bakal mengawali dua laga perdana Grup E melawan salah satu raksasa Tiongkok, Beijing Guoan, pada pekan depan. Brebner menyebutkan, duel melawan Guoan merupakan kesempatan bagus untuk melihat soliditas tim.
“Ini akan menjadi pertandingan yang sulit. Tapi ini bisa menjadi kesempatan pramusim yang fantastis buat kami, bermain di kompetisi yang penuh makna. Kami berusaha bermain semaksimal mungkin,” ucap Brebner.
Hal senada diungkapkan Marcos Rojas. Pemain tim nasional Selandia Baru itu mengaku tidak bisa memastikan performa Boys In Blue di LCA. Rojas bersikap realistis terhadap perjalanan Victory di kompetisi sepakbola antarklub tertinggi di Asia tersebut.
“Tidak mudah untuk menggambarkannya (bentuk permainan). Tapi satu hal yang pasti adalah berusaha mencoba, dan menentukan langkah sendiri. Sebagai pesepakbola, Anda tidak mungkin masuk ke lapangan dengan target tidak menang,” tegar Rojas.
“Kami hanya bisa menjanjikan memperlihatkan permainan terbaik, dan bekerja keras. Ini merupakan kesempatan bagus untuk mencoba kemampuan melawan tim-tim yang bagus dengan pemain berkualitas. Kami ingin mengukur kekuatan kami.”
“Kami harus bisa menyatu lebih cepat, karena banyak pemain baru. Ini memang tidak mudah, dan itu mungkin saja terlihat di lapangan. Tapi kami yakin bisa saling memahami, karena bahasa sepakbola sudah universal.”
SIMAK JUGA: BERITA LIGA CHAMPIONS ASIA!



