Di balik rekor-rekor dan gol-gol penentu yang ia cetak ke gawang lawan-lawannya di Piala Dunia 2026, ada sisi lain dari Kylian Mbappé yang menjadi perbincangan jutaan orang di media sosial.
Surat kabar "Mundo Deportivo" melaporkan bahwa rekor, gol, dan dominasi yang ditunjukkan Kylian Mbappé sejauh ini di Piala Dunia telah menghidupkan kembali fenomena yang meluas yang menggambarkan penyerang Prancis tersebut sebagai seorang pemimpin militer yang otoriter.
Inilah tren yang dikenal sebagai “Mbappé Diktator” atau dalam bentuk modifikasinya, “Kylian Diktator”.
Selama pekan-pekan Piala Dunia ini, media sosial dipenuhi dengan video-video yang dibuat menggunakan kecerdasan buatan (AI) yang menggambarkan bintang Real Madrid tersebut sebagai pemimpin militer yang tak kenal ampun, baik di dalam maupun di luar lapangan.
Tampaknya tren ini, yang telah meraih jutaan penayangan di berbagai platform, bermula saat ia masih membela Paris Saint-Germain.
Di sana, mulai berkembang narasi bahwa Mbappé memanipulasi urusan klub Prancis tersebut sesuka hatinya, termasuk susunan tim, bahkan ia dituduh sebagai penyebab kepergian pemain Argentina Lionel Messi dan pemain Brasil Neymar.
Lelucon ini berlanjut di Real Madrid, dan pada Piala Dunia 2026 kembali mencuat berkat beberapa gestur mencolok dari mantan pemain Monaco tersebut.
Kejadian pertama terjadi saat pertandingan Prancis melawan Irak di babak penyisihan grup. Kylian Mbappé, yang masih mengenakan seragamnya, menunjuk kepada petugas lapangan mengenai bagian-bagian lapangan di Lincoln Financial Field, Philadelphia, yang perlu diperbaiki setelah badai memaksa mereka menunda pertandingan selama dua jam.
Insiden kedua terjadi pada pertandingan terakhir babak penyisihan grup melawan Norwegia. Saat sang bintang Prancis diganti, ia meminta wasit untuk menyerahkan ban kapten kepada Aurélien Tchouaméni, alih-alih menyerahkannya langsung kepada rekan setimnya.
Wasit asal Inggris, Michael Oliver, mematuhi perintah tersebut tanpa keberatan, meskipun sebenarnya Mbappé berusaha mematuhi dengan ketat peraturan baru FIFA yang mencakup sanksi bagi pemain yang membutuhkan waktu lebih dari 10 detik untuk meninggalkan lapangan saat pergantian pemain.





