Gelandang Marseille, Matteo Guendouzi, mengungkapkan bahwa ia tidak pernah lebih bahagia ketimbang di klubnya sekarang.
Guendouzi bergabung dengan Marseille dengan status pinjaman dengan opsi pembelian dari Arsenal per musim ini.
Sebelumnya, pemain berusia 22 tahun itu berkostum Arsenal pada periode 2018–2020. Ia sempat dipinjamkan ke Hertha Berlin musim lalu.
Meski begitu, reputasi Guendouzi terbilang tidak bagus di Arsenal. Ia dikenal punya watak tempramen dan bukan favorit manajer Mikel Arteta dan fans The Gunners.
Momen puncaknya adalah saat sang pemain mencekik striker Brighton, Neal Maupay, yang berujung kartu merah dan kekalahan Arsenal pasca-penangguhan Liga Primer Inggris.
"Sebelum datang ke Marseille, saya punya beberapa pilihan. Pembicaraan dengan presiden klub, Pablo Longoria, dan pelatih [Jorge] Sampaoli meyakinkan saya,” ucap Guendouzi seperti dilansir Mirror, Kamis (7/10).
“Saya langsung mengatakan saya inginkan Marseille. Ini adalah klub terbesar Prancis, yang telah memenangkan Liga Champions. Ada sejarah hebat di sini.”
"Ada basis fans terbesar di negara ini, dan mungkin di benua ini.”
“Saya suka bermain di stadion yang penuh ketika laga kandang. Saya suka merasakan cinta sejati dari para suporter untuk klub ini.”
"Itulah yang saya temukan di sini. Saya belum pernah sebahagia ini pada jalur karier saya sebelumnya,” tambahnya.
Yang menarik, Guendouzi baru-baru ini dipanggil ke timnas Prancis oleh pelatih Didier Deschamps. Meski, ia belum sempat lakoni debut dan hanya jadi pemain cadangan tidak terpakai dalam kemenangan atas Belgia 3-2 pada semi-final UEFA Nations League, Jumat (8/10) dini hari WIB.
