Manchester City Dinilai Bukan Klub Terakhir Pep Guardiola

Komentar()
Getty Images
Pep Guardiola diharapkan setidak-tidaknya menyelesaikan kontraknya dalam dua tahun bersama Manchester City.

Legenda Liga Primer Inggris Joleon Lescott memprediksi, manajer Pep Guardiola bisa saja tidak bakal menjadikan Manchester City sebagai pelabuhan terakhirnya.

Guardiola memang beberapa kali dihubungkan dengan sejumlah klub besar Eropa, termasuk Juventus yang pada awal bulan ini disebut menginginkan mantan pelatih tersukses Barcelona tersebut.

Lescott memandang, ada kemungkinan Guardiola tidak setia bersama The Citizens. Cepat atau lambat, menurut mantan defender City itu, Pep akan berpaling klub jika memang kontraknya tamat.

"Saya memang tidak yakin Pep Guardiola akan pindah, sampai dia telah mendominasi Eropa bersama Manchester City," ujar Lescott, yang mencatatkan 160 penampilan bersama City, kepada Sporting Bet.

"Anda bisa mengatakan ini adalah pekerjaan yang belum selesai karena dia menawarkan untuk membawa mereka ke level global. Pep telah menghadirkan banyak kesuksesan di Manchester City dalam periode yang singkat dan saya yakin ada kesuksesan yang lebih lagi akan datang," urainya.

Semua pihak yang mendukung City, menurut Lescott, sangat menginginkan Guardiola bekerja dalam jangka panjang di Manchester. Tetapi, masa depan tidak ada yang tahu dan bila Guardiola angkat kaki, maka hal itu bisa melukai hati para loyalis City.

"Semua orang yang dihubungkan dengan klub ini ingin Guardiola berada di Manchester City dan akan ada banyak kekecewaan fans, staf dan para pemain jika dia hengkang," jelas Lescott.

"Saya tidak mengharapkan Guardiola menatap peluang hengkang ke klub mana pun, setidaknya sampai kontraknya berakhir dalam dua tahun," pungkasnya.

Artikel dilanjutkan di bawah ini
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Kepada Daily Mail, Ryan Giggs, yang pernah mencetak gol spektakuler ke gawang Arsenal di laga ulangan semi-final Piala FA pada 1999 silam, mengatakan: “Saya tidak suka Arsenal. Saya tidak suka Vieira karena dia sangat kotor [permainannya] dan bisa saja menjadi pembunuh. Saya juga tidak suka Petit karena dia punya rambut panjang. Saya tidak suka Bergkamp.” . “Saya tidak suka Pires meski ketika Anda bertemu dengan dia sekarang, dia sebenarnya sangat baik. Saya bahkan tidak ingin menatap mereka, tidak kenal mereka dan tidak ingin kenal mereka. Saya tidak akan mengizinkan diri saya untuk menilai salah satu di antara mereka.” . “Bergkamp? Nah, saya bilang kepada diri sendiri bahwa dia tidak sebagus Eric Cantona. Saya bukan tipe orang seperti itu [yang suka memuji lawan]. Itu bukan pribadi saya. Namun Anda perlu itu, rasa tidak suka. Itu adalah motivasi.” . “Namun sebenarnya kita sudah tahu bahwa mereka adalah pemain hebat dan rivalitas merupakan segalanya buat kami. Rivalitas itu bahkan lebih dalam ketimbang Liverpool kala itu.” . #manunited #manchesterunited #arsenal #ryangiggs

A post shared by Goal Indonesia (@goalcomindonesia) on

 

ARTIKEL TOP PEKAN INI
1. Persib Resmi Dapatkan Fabiano Beltrame
2. Cetak Gol Debut, Kean Masuk Buku Sejarah Timnas Italia
3. Frank De Boer: Saya Tangani Skuat Inter Yang Busuk
4. Ryan Giggs: Saya Tak Suka Arsenal!
5. Jadon Sancho, Dari Jalanan London Menuju Pentas Dunia
Selengkapnya:
Daftar Artikel Terlaris Goal Indonesia

 

Footer Banner EPL

Tutup