Lionel Messi dijatuhi sanksi oleh Major League Soccer akibat sebuah insiden saat Inter Miami bermain imbang 2-2 melawan Philadelphia Union. Penyerang Argentina itu terlibat konfrontasi dengan Quinn Sullivan pada fase akhir laga dan sempat memberikan pukulan ringan ke leher gelandang tersebut.
Dalam adu mulut yang memanas, emosi kedua pemain meningkat. Messi melakukan kontak fisik dengan Quinn Sullivan, setelah itu keduanya sempat berdiri saling berhadapan dengan kepala hampir saling menempel.
Yannick Bright kemudian mencoba melerai kedua pemain. Yang cukup mengejutkan, wasit memutuskan untuk tidak menghukum Messi dengan kartu dalam insiden tersebut.
MLS kemudian tetap mengambil tindakan setelah pertandingan dan menjatuhkan denda kepada Messi. Besaran denda itu tidak diumumkan. Bright dan Cavan Sullivan yang berusia enam belas tahun justru diusir keluar lapangan pada akhir pertandingan karena keributan lain.
Bagi Messi, pertandingan itu juga sarat emosi. Ia mencetak gol pertamanya sejak wafatnya sang ayah, Jorge Messi, dan mendedikasikan gol tersebut kepadanya dengan menunjuk ke langit. Namun, Inter Miami tidak mampu mempertahankan keunggulan dan harus puas dengan hasil imbang.
Tim Messi saat ini sedang berada dalam fase sulit. Kemenangan terakhir mereka tercatat pada 26 Juli. Ini juga bukan kali pertama Messi didenda MLS sejak kepindahannya ke Inter Miami. Pada Februari 2025, ia juga menerima denda setelah memegang leher asisten pelatih New York City FC, Mehdi Ballouchy.

.png?auto=webp&format=pjpg&width=3840&quality=60)



