Tim promosi PSS Sleman tidak ingin minder dalam persaingan di Liga 1 2019, dan menjadikan klub Eredivisie Belanda, Ajax Amsterdam, sebagai inspirasi untuk meraih kesuksesan.
Komisaris PT Putra Sleman Sembada (PSS) Miftah Maulana mengibaratkan Super Elang Jawa tidak jauh berbeda dengan Ajax yang mampu berbicara banyak di musim 2018/19 sekalipun tak memiliki banyak pemain bintang. Ajax sukses menembus semi-final Liga Champions Eropa.
Ajax hampir pasti menjadi juara Eredivisie musim ini setelah unggul tiga poin dari pesaing terdekatnya, PSV Eindhoven. Penentuan juara akan terjadi, Kamis (16/5) dinihari WIB, saat tandang ke markas De Graafschap. Sebelumnya, Ajax telah memastikan gelar KNVB Beker.
“Saya merasa Ajax akan bicara banyak di Eropa ketika saya pergi ke Belanda beberapa bulan lalu. Benar saja, Ajax menembus semi-final Champions tanpa pemain berlabel bintang. Ini hampir sama dengan PSS. Saya yakin kami bisa menunjukkan yang terbaik,” tutur pria yang akrab disapa Gus Miftah ini.
Pemilik Pondok Pesantren Ora Aji ini menambahkan, ia sengaja membawa pemain untuk berbuka puasa bersama anak yatim sebelum melakoni laga perdana melawan Arema FC, Rabu (15/5) malam WIB. Gus Miftah berharap suporter tetap memberikan dukungan kepada PSS, meski belakangan ini mengeluarkan nada sumbang terhadap performa tim.
“Sekarang mungkin banyak suporter yang skeptis. Tapi saya harap mereka tetap memberikan dukungan seperti sebelumnya, dan memperlihatkan rasa memiliki. Bukan hanya suporter, tapi juga pemain,” kata Gus Miftah.
“Saya berharap pemain juga belajar dari anak yatim piatu yang nasibnya tidak beruntung. PSS berada di kompetisi tertinggi di Indonesia yang tak bisa dirasakan banyak orang. Saya harap pemain termotivasi untuk menunjukkan yang terbaik di Liga 1.”
Goal Indonesia
