Liverpool Perkenalkan Kostum Utama 2018/19

Komentar()
Seragam kandang The Anfield Gang musim depan bercorak lebih gelap ketimbang kostum kebesaran tim pada kampanye terkini.

Liverpool resmi memperkenalkan kostum andalan yang akan menemani perjalanan armada Jurgen Klopp pada kompetisi 2018/19 mendatang.

Masih diproduksi New Balance, jubah perang terbaru Liverpool bercorak merah lebih gelap ketimbang seragam kandang tim pada kampanye terkini. Perbedaan lain terletak pada kerah dua kancing yang digunakan kembali untuk menguatkan kesan retro dalam jersey ini.

Sementara, warna kuning masih mendominasi baju kiper The Anfield Gang untuk musim depan.

"Seragam kami bukan cuma barang yang kami pakai untuk bermain - ini bagian dari diri kami sebagai tim," kata kapten Jordan Henderson seperti dikuitp laman resmi klub.

"Kami merasa luar biasa bangga saat mengenakan seragam kandang LFC, ini lebih berarti bagi kami daripada yang bisa Anda bayangkan; lagi pula, Liverpool Football Club tidak seperti klub lainnya."

"Saya sama sekali tidak ragu bahwa fans kami akan menyukai seragam baru ini dan akan mengenakannya dengan rasa bangga saat mendukung kami musim depan."

Kostum ini sudah bisa dipesan di muka lewat situs Liverpool dan bakal resmi dirilis pada 11 Mei mendatang.

Artikel dilanjutkan di bawah ini

 

 

LIMA ARTIKEL TOP PEKAN INI I
1. Insiden Di Kanjuruhan, Mario Gomez Ingin Komdis PSSI Tegas
2. Balada Sepekan Man United: Dari Heroik Jadi Memalukan
3. Hindari Penyusup, Tiket Persija Kontra Persib Cuma Dijual Untuk Jakmania
4. Sandro Wagner: Bayern Munich Tak Perlu Sembunyi Lawan Cristiano Ronaldo!
5. Tur Signal Iduna Park, Simbol Cinta Abadi Borussia Dortmund

 

Artikel Selanjutnya:
Maurizio Sarri Akui Marahi Asistennya Setelah Lakukan Provokasi
Artikel Selanjutnya:
Bos PSM Makassar Sebut Pemain Pelapis Persib Bandung Berkualitas
Artikel Selanjutnya:
RESMI: Angel Alfredo Vera Jadi Pelatih Sriwijaya FC
Artikel Selanjutnya:
Mario Gomez Anggap Duel Kontra PSM Makassar Krusial
Artikel Selanjutnya:
Timnas Indonesia U-19 Yakin Bisa Atasi Keunggulan Qatar
Tutup