Laporan benchmark UEFA adalah pandangan komprehensif konfederasi pada situasi keuangan liga dari asosiasi anggotanya, bersama dengan klub-klub di negara-negara tersebut.
Laporan ini mencakup berbagai aspek keuangan, termasuk aktivitas dan nilai transfer, pendapatan untuk klub dan liga, investasi, kepemilikan stadion, dan sebagainya.
GettyImageDan berbicara soal pendapatan, tidak ada liga yang menghasilkan uang lebih dari EPL yang meraih keuntungan sebesar €5,3 miliar.
La Liga Spanyol menyusul kemudian, dengan €2,9 miliar, diikuti Bundesliga Jerman lewat €2,8 miliar, Serie A Italia dengan €2,2 miliar, dan Ligue 1 Prancis yang melengkapi lima besar dengan pendapatan € 1,6 miliar.
UEFA juga merilis beban gaji, pendapatan, nilai skuat, dan hutang klub. Seperti yang sudah diduga, daftar yang dirilis menyertakan sederet klub besar seperti Manchester United, Real Madrid, Liverpool sampai AC Milan.
Secara umum klub-klub EPL membayar gaji yang jauh lebih tinggi ketimbang kompetitor mereka dari empat liga top Eropa lainnya. Penghuni papan tengah hingga bawah EPL bahkan menghabiskan lebih banyak rata-rata gaji pemainnya ketimbang mayoritas tim papan atas dari empat liga top Eropa lainnya, sebesar €98 juta.
Laporan ini pun mencatat bahwa pengeluaran transfer pemain antara 2014 sampai 2017 besarannya mencapai dua kali lipat dari periode sebelumnya. Namun angka itu lahir lebih pada besaran nilai transfer pemain yang terjadi, ketimbang banyaknya transfer pemain yang dilakukan.
Klub-klub EPL lagi-lagi mendominasi, dengan menyumbang lebih dari seperempat (26 persen) dari total pengeluaran transfer secara global dalam sedekade terakhir.

