Timnas Indonesia bisa dikatakan menjalani persiapan yang pas-pasan pada Piala AFF edisi ini. Baru terlepas dari sanksi FIFA, PSSI harus berbenturan dengan kepentingan klub yang membutuhkan pemain mereka untuk bermain di turnamen jangka panjang tak resmi Indonesia Soccer Championship (ISC) A.
Pemilihan Alfred Riedl sebagai pelatih juga diambli di tengah keterbatasan yang ada. Mengingat, Riedl dinilai sebagai pelatih asing yang sudah tahu betul bagaimana kondisi sepakbola Indonesia, meski pada 2014 dia sudah gagal total bersama skuat Garuda di ajang ini.
Berbeda dengan 2014, kali ini Riedl menghadapi tantangan lebih berat lantaran hanya bisa memilih maksimal dua pemain dari setiap klub peserta ISC A, yang dihuni 18 klub teratas kompetisi Tanah Air. Persiapan singkat dilakukan, namun cobaan pertama datang ketika salah satu pemain yang diharapkan menjadi andalan Irfan Haarys Bachdim mengalami cedera pada sesi latihan terakhir jelang keberangkatan tim ke Filipina.
Cedera parah itu membuat Irfan harus digantikan oleh striker muda Muchlis Hadi Ning Syaifulloh. Indonesia pun bertolak ke Filipina untuk menjalani fase grup A tidak sebagai unggulan seperti biasanya. Itu lantaran yang difavoritkan lolos ke babak semi-final adalah Thailand dan tuan rumah Filipina yang saat itu menempati peringkat FIFA teratas untuk tim kawasan Asia Tenggara.
Pertandingan perdana pun harus diakhiri dengan hasil pahit, lantaran kalah dari juara bertahan Thailand dengan skor 4-2. Di laga lainnya, tuan rumah Filipina secara mengejutkan diimbangi Singapura tanpa gol.
Pada laga kedua melawan tuan rumah Filipina, Indonesia mendapatkan hasil sedikit lebih baik meski masih tidak sesuai dengan harapan. Pasalnya, di laga ini Boaz Solossa dan kawan-kawan hanya bermain imbang dengan skor 2-2. Sedangkan Thailand melaju mulus dengan menaklukkan Singapura, skor 1-0.
Hasil dramatis terjadi pada partai pemungkas grup. Indonesia menjalani laga hidup-mati melawan Singapura, sementara Filipina menghadapi Thailand. Indonesia wajib menang di laga terakhir ini jika ingin lolos ke empat besar.
Pertandingan diawali dengan permainan menyerang dari kedua tim. Singapura yang beberapa kali melakukan ancaman, mampu unggul lebih dulu lewat gol salto dari Mohammad Khairul Amri pada menit ke-27. Tak ayal, tertinggal satu gol membuat kubu Indoensia menjadi tegang, begitu juga suporter yang hadir di stadion. Hingga babak pertama berakhir, Indonesia belum berhasil mencetak gol.
Memasuki babak kedua, Indonesia tampil lebih agresif, namun Singapura beberapa kali juga mampu mengancam gawang Kurnia Meiga Hermansyah. Hingga akhirnya, winger lincah Andik Vermansah berhasil memecahkan kebuntuan tim Merah Putih pada menit ke-62 lewat tendangan volinya.
Sontak, gol tersebut semakin menambah semangat para pemain Indonesia. Sementara itu, di pertandingan lain juga sudah diketahui sementara Filipina tertinggal 1-0 dari Thailand pada menit ke-81. Serangan demi serangan pun terus dilakukan oleh skuat asuhan Alfred Riedl.

Karena jika berakhir imbang, Singapura yang akan lolos. Sampai akhirnya, Stefano Lilipaly muncul sebagai pencetak gol penentu pada menit ke-85 yang otomatis membuat seisi stadion yang diisi suporter Indonesia bergemuruh. Skor 2-1, menutup laga ini, sekaligus memastikan Indonesia lolos ke babak semi-final sebagai runner-up grup A.
Di babak empat besar, skuat Garuda menghadapi Vietnam yang menjadi juara grup B setelah berhasil meraih poin sempurna sembilan hasil menang atas Myanmar (2-1), Malaysia (1-0), dan Kamboja (2-1). Sedangkan Thailand melawan runner-up grup B Myanmar yang di fase grup menuai dua kemenangan atas Kamboja dan Malaysia, serta kalah dari Vietnam.
Di babak ini, Indonesia menjamu Vietnam lebih dulu di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, pada 3 Desember 2016. Indonesia yang tampil di hadapan puluhan ribu pendukungnya mampu mencetak gol cepat pada menit ketujuh lewat sundulan Hansamu Yama Pranata.
Tapi Vietnam yang lebih diunggulkan lolos ke final, tak mau menyerah. Serangan demi serangan yang mereka lakukan berhasil berbuah gol pada menit ke-17, melalui tendangan penalti Nguyen Van Quyet.
Indonesia tidak ingin terlena karena butuh kemenangan, agar ketika bertandang ke markas Vietnam tugas yang diemban tak terlalu berat. Hingga akhirnya, Boaz muncul sebagai penentu kemenangan melalui tendangan penaltinya pada menit ke-50. Kemenangan 2-1, menjadi modal Indonesia saat bermain di kandang Vietnam, empat hari berselang.
Bertandingan di Stadion My Dinh, Hanoi, Vietnam mendapatkan dukungan penuh dari suporter mereka. Tekanan demi tekanan diberikan Nguyen Van Quyet dan kawan-kawan yang dikenal dengan istilah serangan tujuh hari tujuh malam ke lini pertahanan Indonesia. Namun Indonesia berhasil menahan gempuran tersebut yang membuat babak pertama berakhir tanpa gol.
Memasuki babak kedua, tekanan tidak berhenti. Namun justru Indonesia yang berhasil mencuri gol lebih dulu lewat serangan balik cepat yang dimotori Boaz dan gol dicetak Stefano Lilipaly pada menit ke-54.
Kubu tuan rumah pun semakin tertekan setelah kiper Tran Nguyen Manh dikartu merah pada menit ke-76. Tertinggal, dan bermain dengan sepuluh pemain tidak membuat para pemain Vietnam menyerah.
Bahkan, mereka justru mampu berbalik unggul di sisa waktu yang ada lewat gol Vu Van Thanh (83') dan Vu Min Tuan (90+3'). Skor 2-1, menutup babak kedua yang membuat pertandingan harus dilanjutkan dengan perpanjangan waktu 2x15 menit.
Ketegangan terus berlanjut di masa perpanjangan waktu, Vietnam yang unggul jumlah pemain terus menampilkan permainan menyerang. Sementara Indonesia mencoba bermain lebih sabar, lantaran ingin mengakhiri laga ini dengan adu penalti.
Sampai akhirnya, Indonesia kembali mendapatkan penalti pada menit ke-97. Manahati Lestusen yang menjadi eksekutor sukses menjalankan tugasnya tersebut, yang membuat skor menjadi imbang 2-2. Skor tersebut bertahan hingga pertandingan berakhir, yang otomatis membuat Indonesia lolos ke final. Ini menjadi keajaiban lainnya yang berhasil ditorehkan Indonesia setelah sebelumnya sempat diragukan, bahkan untuk lolos dari fase grup.
Di laga final, Indonesia kembali bertemu Thailand. Itu setelah, Thailand berhasil menyingkirkan Myanmar, karena memenangkan dua leg semi-final dengan skor 2-0 dan 4-0.

Indonesia bertindak sebagai tuan rumah lebih dulu di laga final. Pertandingan kembali digelar di Stadion Pakansari, 14 Desember 2016. Thailand yang lebih diunggulkan, sempat membuat suporter Indonesia terdiam lewat gol yang dicetak Teerasil Dangda pada menit ke-33.
Indonesia baru bisa membalas pada babak kedua, tepatnya pada menit ke-65 lewat sepakan Rizky Rizaldi Pora. Sontak, gol tersebut semakin melecut semangat Bayu Pradana dan kawan-kawan.
Di sisa waktu yang ada, pertandingan terus berjalan sengit. Hingga akhirnya, sundulan Hansamu Yama Pranata yang menyambut umpan sepak pojok berhasil menggetarkan jala Thailand. Indonesia pun menatap leg kedua dengan modal kemenangan.
Harapan kembali membumbung tinggi untuk Indonesia bisa meraih juara pertama kalinya di ajang ini. Indonesia yang hanya butuh hasil imbang untuk menjadi juara, mencoba menerapkan strategi serangan balik cepat pada leg kedua yang digelar di Stadion Rajamangala, Bangkok.
Tapi, pertahanan solid Indonesia mampu dirobohkan striker Thailand, Siroch Chatthong, dua kali pada menit ke-38 dan 47'. Indonesia kesulitan untuk mengejar ketertinggalan. Bahkan, Thailand sempat mendapatkan penalti, namun tendangan penalti Teerasil Dangda berhasil ditepis dengan gemilang oleh Kurnia Meiga.
Indonesia yang berjuang mencetak minimal satu gol untuk memperpanjang nafas, justru harus kehilangan satu pemain di menit akhir, setelah Abduh Lestaluhu dikartu merah karena terpancing emosi. Skor 2-0, bertahan hingga pertandingan berakhir. Thailand pun menjadi juara untuk kelima kalinya, sedangkan Indonesia mencatatkan diri sebagai runner-up untuk kelima kalinya.
Meski gagal menjadi juara, para penggawa Garuda tetap disambut layaknya pahlawan. Bahkan, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo secara khusus mengundang seluruh pemain dan ofisial tim ke Istana Negara dan memberikan bonus kepada masing-masing pemain.
DATA & FAKTA PIALA AFF 2016

| Tuan Rumah: | Myanmar & Filipina | |
| Tanggal: | 19 November - 17 Desember 2016 | |
| Juara: | Thailand | |
| Runner-Up: | Indonesia | |
| Total Gol: | 50 (2,78 gol per pertandingan) | |
| Topskor: | 6 Gol - Teerasil Dangda (Thailand) | |
| Pemain Terbaik: | Chanathip Songkrasin (Thailand) |
PERTANDINGAN PIALA AFF 2016

| GRUP A |
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| GRUP B |
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| SEMI-FINAL (LEG 1) | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| SEMI-FINAL (LEG 2) | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| FINAL (LEG 1) | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| FINAL (LEG 2) | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| << Piala AFF 2014 | KILAS BALIK PIALA AFF | >> Piala AFF 2018 |





