Indonesia kembali mendapatkan hasil tak sesuai harapan di Piala AFF. Tim Garuda dua kali berturut-turut gagal mengepakkan sayap untuk terbang ke semi-final, atau yang ketiga kalinya di pesta sepakbola Asia Tenggara dua tahunan ini. Kegagalan itu mengulang hasil 2007 dan 2012 setelah hanya menempati peringkat ketiga klasemen akhir.
Myanmar yang pada tahun 2016 menjadi tuan rumah, harus mengawali kiprah mereka dari babak kualifikasi. Mereka akhirnya tampil sebagai juara kualifikasi, dan berhak tampil di fase grup bersama Laos yang menempati runner-up.
Penyelenggaraan di tahun ini merupakan edisi kesepuluh Piala AFF, dan digelar di Vietnam dan Singapura. Vietnam menjadi tuan rumah Grup A yang juga berisikan Filipina dan Laos. Sedangkan Singapura menjamu Thailand, Malaysia, dan Myanmar di Grup B.
Indonesia sempat mengawali laga Grup A dengan cukup baik setelah menahan imbang tuan rumah dengan skor 2-2. Samsul Arif menjadi penyelamat setelah golnya enam menit menjelang laga berakhir mampu memaksa laga berakhir imbang.
Namun langkah Indonesia menjadi tersendat, karena secara mengejutkan digasak Filipina dengan skor telak 4-0. Ini menjadi kemenangan pertama Filipina atas Indonesia di ajang Piala AFF, atau merupakan yang kedua secara keseluruhan setelah 80 tahun. Terakhir kali Filipina menang atas Indonesia adalah saat Far Eastern Championship Games 1934 di Manila. Saat itu, Indonesia masih bernama Dutch East Indies.
Di lain sisi, Vietnam berada di atas angin setelah mengalahkan Laos dengan skor 3-0, sehingga membuat mereka menempati peringkat dua klasemen sementara pascamendulang empat angka, terpaut dua angka dari Filipina yang sudah mengemas enam poin. Filipina menjadi tim pertama yang memastikan lolos ke semi-final.

Indonesia yang optimtis mengalahkan Laos berharap Filipina memetik kemenangan di laga pamungkas, sehingga bisa lolos ke semi-final. Tapi hasil akhir berkata lain. Kendati memetik kemenangan 5-1, peluang Indonesia langsung tertutup, karena Vietnam berhasil menundukkan Filipina dengan skor 3-1. Vietnam pun tampil sebagai pemuncak klasemen, dan diikuti Filipina.
Pada grup lainnya, Thailand yang mengapungkan ambisi menghentikan dahaga gelar selama 12 tahun mengawali pertandingan dengan baik, dan mengalahkan tuan rumah 2-1. Sedangkan Malaysia ditahan imbang Myanmar tanpa gol.
Thailand memastikan tiket ke semi-final setelah mengalahkan Malaysia dengan skor 3-2. Sementara Singapura yang tak ingin kehilangan muka di hadapan pendukungnya membuka asa dengan menundukkan Myanmar 4-2. Malaysia akhirnya mendampingi Thailand ke semi-final setelah menggasak Singapura 3-1, sedangkan Thailand menyempurnakan perjalanan mereka dengan menekuk Myanmar 2-0.
Di leg pertama semi-final, Thailand mendapatkan perlawanan sengit dari Filipina, dan hanya bermain imbang tanpa gol di Stadion Rizal Memorial. Pada laga lainnya, Vietnam menjejakkan satu kaki di empat besar dengan mengalahkan Malaysia 2-1 di Stadion Shah Alam.
Tapi Vietnam yang terlena dengan kemenangan di kandang lawan justru mendapat hasil mengecewakaan saat tampil di hadapan pendukung sendiri, dan menelan kekalahan 4-2, sehingga gagal melaju ke final, karena kalah agregat 5-4. Bahkan, Vietnam harus tertinggal empat gol di babak pertama.
Dengan demikian, Malaysia berhak tampil di partai puncak untuk menghadapi Thailand yang tanpa kesulitan berarti mengubur ambisi Filipina lolos ke final kali pertama dengan kemenangan 3-0 di Stadion Rajamangala.
Ambisi Thailand untuk menghentikan paceklik gelar selama 12 tahun terbuka lebar setelah memetik kemenangan 2-0 di Bangkok pada leg pertama. Namun Malaysia memberikan perlawanan sengit, dan nyaris tampil sebagai kampiun setelah unggul 3-0 hingga menit ke-80 saat menjamu anak asuh Kiatisuk Senamuang di Stadion National Bukit Jalil.
Kelengahan di sisa waktu harus dibayar mahal, karena Thailand mampu mencetak dua gol dalam kurun waktu lima menit. Gol Charyl Chappuis di menit ke-82, dan Chanathip Songkrasin (87) memastikan The War Elephants membawa pulang trofi Piala AFF yang sudah 12 tahun tidak mampir ke Thailand lewat kemenangan agregat 4-3.
DATA & FAKTA PIALA AFF 2014

| Tuan Rumah: | Singapura & Vietnam | |
| Tanggal: | 22 November - 20 Desember 2014 | |
| Juara: | Thailand | |
| Runner-Up: | Malaysia | |
| Total Gol: | 65 (3,61 gol per pertandingan) | |
| Topskor: | 6 Gol - Mohd Safiq Rahim (Malaysia) | |
| Pemain Terbaik: | Chanathip Songkrasin (Thailand) |
PERTANDINGAN PIALA AFF 2014

| GRUP A |
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| GRUP B |
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| SEMI-FINAL (LEG 1) | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| SEMI-FINAL (LEG 2) | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| FINAL (LEG 1) | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| FINAL (LEG 2) | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| << Piala AFF 2012 | KILAS BALIK PIALA AFF | >> Piala AFF 2016 |

