Footer - Liga 1Goal Indonesia

Kemenpora Berharap BIFC 2018 Dongkrak Ekonomi Masyarakat Badung

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) ikut berperan terlibat aktif di dalamnnya. Bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Badung dengan menggandeng KONI, mereka menggelar Bali International Football Championship (BIFC) 2018.

Ajang tersebut pun resmi dibuka oleh Deputi Pembudayaan Olahraga Kemenpora Raden Isnanta di Badung, Minggu (2/12). Dalam sambutannya ia berharap turnamen itu dapat berjalan dengan lancar dan sukses. 

Sebanyak 12 tim dari sembilan negara ambil bagian dalam turnamen tersebut yang berlangsung mulai 2 hingga 9 Desember 2018. Stadion Pecatu, Badung, dipercaya jadi lokasi pertandingan.

Tiga tim di antaranya dari Indonesia. Yaitu Tim Nasional (Timnas) Pelajar yang menjuarai Piala Menpora U-14 2017 yang diarsiteki Firman Utina. Kemudian ada Badung Ragunan FC (Bara) FC di bawah asuhan Bambang Warsito. Tim ketiga adalah All Star Badung.

Sementara peserta asing yang ikut serta, ialah Jepang (Progresso Sano FC), Cina (Hubei FA), Australia (Western Football), Korea Selatan (Busan Football Academy dan Gyeongnam Changnyeong SC), Filipina (Apuesto Bueno United FC), Thailand (Cruzeiro Academy Asia), Malaysia (Felda United FC), Singapura (Sporting CF SA).

Dari hasil pengundian, Tim Nasional Pelajar tergabung di Grup A bersama Apuesto dan Busan. Bara FC di Grup B bersama Progresso Sano dan Cruzeiro. Lalu Bali All Stars di Grup C bersama Sporting Academy dan Hubei. Tiga tim lainnya di Grup D.

"Ini perhelatan pertama di luar event federasi di Indonesia untuk level internasional. Kami bersyukur Badung menyambut baik program Kemenpora dan siap menjadi tuan rumah penyelenggara," kata Deputi Pembudayaan Olahraga Kemenpora Raden Isnanta, Minggu (2/12).

BIFC memiliki tiga tujuan besar. Pertama, memperkuat hubungan yang erat sepakbola muda di Asia  Pasific. Kedua, memberikan pengalaman para pemain Indonesia untuk menghadapi tim luar. Selain itu, untuk mendongkrak pariwisata Tanah Air, khususnya Bali.

"Ke depan bisa jadi banyak negara yang datang ke Badung. Bukan hanya karena banyak objek wisata saja, tapi juga sepakbolanya. Semoga ini bisa meningkatkan ekonomi kerakyatan di Kabupaten Badung,"  imbuh Isnanta.

Sementara itu, Kepala Desa Pecatu Kabupaten Badung,  Made Karyana mengatakan dampak kegiatan ini luar biasa. Ekonomi mikro sangat potensi untuk pemberdayaan di Pecatu. Dia mengatakan segala persiapan non teknis sudah matang.

"Para peserta sudah meninjau Lapangan Pecatu dan mereka cukup puas dengan fasilitas yang kami miliki," ujar Made Karyana.

Sementara itu, ketua umum yayasan Gobolabali, I Gusti Agung Putu Nuaba-- menjanjikan ada sesuatu yang berbeda dalam turnamen ini. Dia mengerahkan timnya yang berjumlah 6 orang di lapangan untuk memantau pergerakan para pemain.

"Ada seauatu yang lain yang kami berikan. Saat kompetisi nanti kami akan menilai mereka dalam bentuk statistik," kata I Gusti Agung.

Tujuannya menurut I Gusti Agung untuk memberikan masukkan kepada tiap pelatih negara peserta. Diharapkan statistik yang dijabarkan nanti bisa dijadikan bahan evaluasi.

ARTIKEL TOP PEKAN INI I
1.Charis Yulianto: Tidak Terlambat Untuk Berbenah
2.Gary Neville: Man United Terpaksa Gaji Pemainnya Selangit
3.Keylor Navas: Tiga Trofi Liga Champions, Sekarang Saya Dipinggirkan
4.PSSI Dapat Pujian Dari AFF
5.Deretan Tim Yang Telah Lolos Ke 32 Besar Liga Europa
Selengkapnya:
Daftar Artikel Terlaris Goal Indonesia
Footer - Liga 1Goal Indonesia
Iklan
0