Wirtz soroti ketajaman Liverpool
Gelandang serang Liverpool, Wirtz, tampak gembira setelah timnya tampil meyakinkan di Selhurst Park. Liverpool bangkit dari dua kekalahan beruntun melawan Fenerbahce di Liga Champions dan Arsenal di Liga Primer untuk melewati laga tandang yang sulit dengan ketenangan mengesankan.
Pengatur serangan asal Jerman itu mengatakan bahwa meski Liverpool tidak terus-menerus menciptakan peluang, mereka mampu memanfaatkan kesempatan saat memasuki sepertiga akhir lapangan. “Kami bermain bagus, sangat senang dengan kemenangan ini dan hanya itu yang penting. Kami efektif di depan gawang. Kami tidak punya banyak peluang besar... yah, mungkin kami punya, saya tidak tahu, tetapi rasanya tidak begitu, jadi mencetak tiga gol selalu bagus. Kami bertahan cukup baik, jadi ini penampilan tim yang bagus,” jelas Wirtz seusai pertandingan.
Gol pada momen krusial di Selhurst Park
Liverpool menghukum Palace atas peluang-peluang yang mereka lewatkan di Selhurst Park. Alexis Mac Allister membuka keunggulan pada menit ke-40 lewat sundulan apik dari skema tendangan bebas yang rapi. Wirtz menggandakan keunggulan 14 menit setelah babak kedua dimulai berkat umpan Bradley Barcola, sebelum Alexander Isak mencetak gol ketiga pada pengujung laga. Itu merupakan gol ketujuh Isak di liga musim ini, sehingga penalti Eddie Nketiah pada masa tambahan waktu akibat pelanggaran Milos Kerkez hanya menjadi gol hiburan bagi tuan rumah.
Wirtz mengakui gol pertama itu sangat penting dalam mengubah keseimbangan psikologis pertandingan. “Itu sangat penting, juga karena gol mereka dianulir. Gol itu memberi kami momentum bagus menjelang jeda. Setelahnya, pertandingan menjadi sedikit lebih mudah atau lebih terbuka bagi kami. Itu momen yang bagus untuk mencetak gol,” ujarnya.
Instruksi taktik membuahkan hasil
Berkat kemenangan hari ini, Liverpool kini telah meraih 13 poin dalam laga tandang di Liga Primer musim ini, lebih banyak daripada tim mana pun di kompetisi tersebut. Jumlah itu juga menyamai perolehan poin terbanyak Liverpool sepanjang sejarah dari lima laga tandang pembuka dalam satu musim liga.
Topik Terkait
“Itu umpan yang bagus kepada Bradley [Barcola], ke ruang kosong. Manajer berkali-kali meminta kami masuk ke kotak penalti dan saya rasa ada tiga pemain kami di sana. Untungnya bola datang kepada saya dan saya bisa mencetak gol,” kata Wirtz tentang golnya.
Kesulitan Palace dan kepercayaan diri Liverpool
Ketika Liverpool merayakan kemenangan, situasi Crystal Palace semakin sulit bagi pelatih kepala Pierre Sage. Kekalahan itu merupakan yang keempat secara beruntun bagi Palace di Liga Primer dan membuat mereka tetap terpuruk di dasar klasemen. Dengan hanya meraih tujuh dari 30 poin yang tersedia sejak menggantikan Oliver Glasner, Sage menghadapi sorotan tajam.
Bagi Liverpool, kemenangan ini memperkuat keyakinan bahwa mereka mampu menantang siapa pun dalam laga tandang, apa pun atmosfernya. Wirtz menutup dengan membahas mentalitas tim saat bermain jauh dari Anfield. “Kami selalu percaya diri karena kami tahu seperti apa tim yang kami miliki dan kualitas yang kami punya. Bermain tandang tidak menjadi masalah, tetapi tentu saja kami perlu menurunkan lebih banyak pemain dalam laga kandang,” katanya.





