Pelatih PSIS Semarang Jafri Sastra menilai anak asuhnya telah memperlihatkan performa terbaik, meski harus menelan kekalahan 1-0 dari Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) kemarin sore.
Jafri mengutarakan, ia sengaja menerapkan permainan sedikit bertahan untuk meredam agresivitas Persebaya. Ia senang rencana tersebut dapat dijalankan dengan baik, walau sempat kecolongan.
“Kami menerapkan compact defence yang sangat baik di babak pertama. Kami tidak kecewa dengan hasil ini, karena pemain sudah tampil luar biasa. Tapi di babak kedua kami kecolongan lewat bola muntah. Ini pertandingan yang berat,” ujar Jafri.
Selain itu, Jafri juga memuji mental pemain yang tetap tampil bagus, meski mendapat tekanan di lapangan dan dari tribune. Absennya sejumlah pilar, seperti Ibrahim Conteh turut memberikan pengaruh.
“Di sebuah pertandingan ada kalah dan menang. Kali ini kami yang kalah, dan Persebaya menang. Saya tetap memberikan apresiasi kepada pemain, karena ada beberapa pemain yang tak bisa tampil akibat hukuman dan kartu,” imbuh Jafri.
“Bagi saya ini pertandingan terbaik, karena ada tekanan 50 ribu Bonek. Kami tidak memberikan kemudahan kepada Persebaya. Kami bersyukur bisa berada di papan tengah pada musim ini.”
Goal Indonesia


