Siapakah Brahim Diaz? Youngster Manchester City Menuju Real Madrid

Komentar()
Getty/Goal
Man City sedang berupaya keras menahan kepergian Brahim namun sang youngster melirik Real Madrid.

Catch me if you can: Kalimat ini cukup untuk menggambarkan situasi Brahim Diaz di dalam dan luar lapangan. 

Kemampuan menggiring bolanya disejajarkan dengan Lionel Messi, kecepatan membuatnya sulit diburu lawan dan Manchester City tidak mampu menahan kepergiannya.

Diaz tergoda oleh Real Madrid dan menolak rayuan Pep Guardiola yang ingin mengikatnya di Etihad. 

Kontrak Diaz berakhir pada musim panas tahun depan dan dia kecewa karena kesempatan bermain di tim utama sangat terbatas. Pemain Spanyol ini sudah terbujuk oleh janji menit bermain di Santiago Beranbeu. 

Sejumlah laporan menyebutkan Diaz telah menyetujui gaji sebesar £60.000 per pekan plus iming-iming garansi satu tempat di skuat senior. Tidak seperti Vinicius Junior, Diaz tidak akan diminta bermain di kasta ketiga sepakbola Spanyol bersama tim cadangan. 

Selain kiprah El Real yang kurang memuaskan di La Liga musim ini, Diaz yakin punya kualitas yang bisa menghadirkan dampak instan di level tinggi. 

Pemain bernomor 10 ini begitu percaya diri siap ambil bagian dari musim City hingga menolak kesempatan bergabung Girona dengan status pinjaman. 

Sayangnya, hingga detik ini dia belum mencicipi Liga Primer karena ketatnya kompetisi di skuat Guardiola yang dhuni Riyad Mahrez, Leroy Sane, Bernardo Silva dan Raheem Sterling. 

Diaz menyadari itu dan menilai akan lebih mudah untuk menembus skuat utama Real Madrid. 

Vinicius Junior, Federico Valverde, Marcos Llorente dan Sergio Reguilon sudah membela Los Blancos musim ini di La Liga, sementara satu-satunya laga Diaz bersama City adalah di Piala Carabao. 

Sang penyerang tampil saat City menang 3-0 lawan Oxford dan jadi bintang dengan mencetak dua gol ke gawang Fulham yang mengantarkan timnya ke babak perempat-final. 

Catatan tersebut sudah bisa dijadikan bukti, Diaz siap untuk menerima tantangan yang lebih besar.

"Situasi Brahim sangat sederhana. Kami ingin dia bertahan. Kami ingin dia memperpanjang kontrak untuk empat atau lima tahun. Jelas kami ingin mempertahankan tetapi keputusan ada di tangannya," jelas Guardiola. 

Pep mungkin bakal merasa sakit andai Diaz meninggalkan City. Pelatih asal Spanyol ini sudah berinvestasi tenaga dan waktu untuk memoles sang youngster. Faktanya, agen Diaz adalah kakak Guardiola, Pere. 

Pada 2011, ketika Diaz masih bersama Akademi Malaga, Guardiola yang ketika itu melatih Barcelona mengajaknya berkeliling Camp Nou. 

Azulgrana nyaris mendapatkannya, bahkan telah mencapai kesepakatan dengan ayah Diaz, namun Malaga menolak melakukan penjualan dengan berjanji bakal memainkannya di LaLiga pada usia 16. Tidak pernah jadi kenyataan memang dan City mengambilnya di usia 14 seharga £300.000 yang kemudian membengkak menjadi £4,5 juta.

Teknik jempolan Diaz sudah terdeteksi sejak dini. Rekaman pertandingan bersama Akademi Malaga menciptakan kehebohan. Diaz mampu memanipulasi bola dengan cara dan presisi seperti Messi dan David Silva, dan seperti kedua bintang tersebut, Diaz juga punya kemampuan berperan sebagai gelandang serang atau posisi menyerang lainnya. 

Diaz memang diketahui tidak menyukai peran striker murni tetapi dia terkadang dimainkan pada posisi ini bersama tim Akademi City. 

"Di Liga Primer, kita bisa membandingkannya dengan Eden Hazard, tetapi dia lebih mirip dengan Messi ketika menggiring bola" ujar rekan satu tim Diaz di tim muda City Edward Francis yang sekarang dipinjamkan ke Almere City pada Goal

"Permainannya juga mirip dengan David Silva. Sangat menyenangkan memilikinya di dalam tim."

Kedua kaki Diaz aktif namun sekarang dia lebih sering menggunakan kaki kiri sebagai senjata andalan. 

Pada 2017 Diaz mencetak gol brilian ke gawang Real Madrid di masa pramusim. Sebuah tembakan geledek kaki kiri yang menaklukkan Kiko Casilla. Gol ini bakal dikenang dalam waktu lama. 

Kualitas seperti itu yang menghadirkan bayang-bayang Messi. Pergerakannya mampu membuka ruang dan membuat para pemain bertahan kesulitan menebak ke arah mana dia bakal bergerak. 

Banyak tim papan atas Eropa yang tertarik pada Diaz namun sekarang Real Madrid yang paling berpeluang. 

Diaz melakukan debut di Liga Champions pada musim lalu ketika jadi pemain pengganti lawan Feyenoord pada November, tetapi sejak saat itu dia merasa perkembangannya terhambat.

Setiap mendapat kesempatan membela klub atau negaranya, Diaz selalu gemilang. Dia jadi pemain penting kesukesan Spanyol U-17 melaju ke babak final Euro 2016, dan setahun kemudian membawa Manchester City ke final FA Youth Cup. 

Musim lalu Spanyol menjadikannya pemain ketiga termuda tim U-21 pada usia 18 tahun dan 28 hari di laga lawan Italia, seiring keberhasilannya meraih medali juara Liga Primer berkat lima penampilan dari bench di kompetisi tersebut. 

Dan sekarang, sang youngster tengah merangkai impian untuk meraih sukses bersama Real Madrid.

ARTIKEL TOP PEKAN INI I
1. Luka Modric Pemenang Ballon D'Or 2018
2. Cristiano Ronaldo Goreskan Sejarah 60 Tahun Di Juventus
3. Roberto Carlos Melamar Jadi Pelatih Bali United
4. Lucas Torreira: Unai Emery Kunci Kebangkitan Arsenal
5. Deretan Rivalitas Sepakbola Terpanas Di Seluruh Dunia
Selengkapnya:
Daftar Artikel Terlaris Goal Indonesia

 

 

Artikel Selanjutnya:
Juventus Siap Tebus Paul Pogba £125 Juta
Artikel Selanjutnya:
Gary Neville: Mauricio Pochettino Paling Pas Untuk Manchester United
Artikel Selanjutnya:
Semen Padang Usung Target Tinggi Di Liga 1 2019
Artikel Selanjutnya:
Mabes Polri Bentuk Satgas Untuk Berantas Mafia Sepakbola Indonesia
Artikel Selanjutnya:
Terdegradasi, PSMS Medan Bakal Ditinggalkan Sponsor Utama
Tutup