WAWANCARA EKSKLUSIF DONNY AFRONI
Real Madrid harus mengakui keunggulan Barcelona 5-1 pada lanjutan La Liga Spanyol, Minggu (28/10) malam, sehingga menempatkan posisi pelatih Julen Lopetegui di ujung tanduk.
Baru menangani tim sejak musim panas lalu, Lopetegui menderita kekalahan di final Piala Super Eropa serta hanya satu kali menang dalam tujuh pertandingan terakhir. Hasil tersebut tidak memuaskan direksi dan fans Madrid yang dikenal punya ekspektasi tinggi.
Namun, menurut Ivan Campo, yang diwawancara secara eksklusif oleh Goal Indonesia, Madrid sebaiknya memandang kontrak Lopetegui sebagai komitmen jangka panjang. Faktor kehilangan Cristiano Ronaldo saat bursa transfer juga tidak tepat menjadi alasan.
"Saya pikir seorang pemain yang sangat penting pergi, pemain yang mampu mencetak 40 gol semusim," bilang Campo sebelum acara nonton bareng El Clasico di Tangerang.
"Tapi klub berada di atas semua orang. Jadi meski ada pemain yang pergi, masih banyak pemain lain. Pelatih yang berada di sisi para pemain layak mendapat waktu untuk mengembalikan tim ke level seperti sedia kala. Ini bukan kesalahan pemain karena para pemain lah yang bertanding, bukan pelatih."
"Dia seharusnya tidak dipecat. Dia seharusnya bertahan hingga akhir musim."
Getty, Goal