LIPUTAN ADITYA WAHYU PRATAMA & DONNY AFRONI DARI SURABAYA & TANGERANG
Pertandingan El Clasico Barcelona versus Real Madrid selalu menjadi pertandingan paling dinanti fans sepakbola dunia, tidak terkecuali di Indonesia. Menyambut pertemuan dua klub raksasa Spanyol itu, La Liga menggelar dua acara nonton bareng di Surabaya dan Tangerang sekaligus diramaikan oleh dua duta mereka, Fernando Morientes dan Ivan Campo.
Keduanya pernah berseragam Madrid pada periode yang sama. Morientes membela Los Merengues selama 1997-2005, sedangkan Campo yang dikenal dengan rambut gimbalnya berkiprah selama 1998-2003. Keduanya berbagi tugas. Morientes hadir menemui fans Indonesia di Surabaya dan Campo di Tangerang.
Morientes menghabiskan total 25 jam perjalanan ke Surabaya karena pesawatnya sempat mengalami pembatalan, tetapi tetap tampak antusias mengikuti rangkaian acara nonton bareng. Di hadapan wartawan, Morientes berbagi kesan saat bermain di laga seperti El Clasico. Insiden lemparan kepala babi yang terjadi November 2002 tak pernah dapat dilupakannya.
"Jelas saya sudah banyak sekali melewati berbagai momen El Clasico, tetapi salah satu yang paling menegangkan adalah tahun ketika kami berhasil membeli Luis Figo," kisah El Moro.
"Waktu itu musim yang sangat sulit. Kami bermain di Camp Nou dan tekanan penonton begitu luar biasa. Sangat intens di Camp Nou. Berat rasanya berada pada pertandingan saat itu, baik di dalam maupun di luar lapangan. Semua karena kita berhasil menggaet Figo."
Usai jumpa pers, Morientes mengikuti sebuah game melepaskan tendangan halilintar dengan menggunakan sarung. El Moro juga menyempatkan diri untuk uji kemampuan di area mini football bersama wartawan. Kelihaian pria yang kini berusia 42 tahun itu masih tampak membekas.



Di Tangerang, Campo menampilkan antusiasme serupa.
"Saya sangat antusias dapat mengunjungi Indonesia mewakili La Liga dalam memperkuat komitmen untuk dapat hadir lebih dekat dengan para penggemar di Indonesia," sebutnya.
"Hal yang saya sukai dari El Clasico adalah pertandingan ini tidak pernah bisa ditebak hasilnya sehingga membuat laga ini lebih dari sekadar pertandingan sepakbola biasa. Tidak ada persaingan olahraga lain di dunia seperti El Clasico, sebuah pertandingan yang selalu memuaskan."
Acara nonton bareng diikuti fans Barcelona dan Madrid. Tak jarang anthem klub bergema, bahkan Morientes tampak ikut menyanyikannya. Sayangnya, hasil pertandingan tidak berpihak kepada Morientes dan Campo. Madrid menyerah telak 5-1, tetapi kedua bintang ini tidak pernah lepas melemparkan senyuman kepada Madridista yang meneriakkan nama mereka. (gk-62)
Getty, Goal