Jersey ketiga atau third sebuah klub sepakbola biasanya dimanfaatkan oleh perusahaan apparel untuk melakukan eksperimen tertentu, misalnya dengan membuat desain yang tak lazim. Nike pun demikian.
Jelang dimulainya kick-off Liga Champion 2017/18, Nike mencuri perhatian dengan meluncurkan jersey third secara serempak untuk klub-klub top Eropa yang mereka sponsori, yakni Chelsea, Manchester City, Tottenham Hotspur, Barcelona, Atletico Madrid, Inter Milan, AS Roma, PSG, dan Galatasaray.
SIMAK JUGA: Jersey 2017/18 Paling Laris Di Inggris
Bertemakan “Dazzling Camo”, jersey-jersey buatan Nike ini sekilas tampak elegan dengan warna gelap yang dominan. Namun setelah dicermati, raksasa apparel asal Amerika Serikat itu terkesan malas dalam pembuatan jersey third ini.
Alih-alih mendapatkan desain yang spesial, jersey tiap klub ternyata menggunakan template desain sama, yang berupa motif militer (camo). Nike kemudian tinggal mengubah warna jersey dan menyematkan logo dan sponsor klub. Chelsea, misalnya, mendapat warna abu-abu gelap, lalu ada Tottenham (ungu tua), PSG (hitam), Inter (biru tua), dan seterusnya.
Man City FC website
Tottenham Hotspur FC websiteTak ayal, banyak netizen yang protes dan melemparkan kritik terhadap jersey-jersey ini. “Nike sungguh sangat malas,” komentar pengguna Twitter dengan nama @D_Swirls. Ada pula yang berujar sarkas seperti yang diutarakan @JTPeachey, “Nike telah melakukan pekerjaan bagus dengan melakukan copy-paste untuk seluruh jersey ketiga.”
Meski demikian, perlakuan Nike untuk memberikan jersey serupa ini memang bukan berita baru. Sejak memperkenalkan jersey jenis Vapor yang berbalut teknologi Aeroswift pada tahun lalu, Nike melakukan penyeragaman jersey terhadap tim-tim yang mereka sponsori, dengan hanya mengubah warna dan sedikit modifikasi.
Bagaimana pendapat Anda tentang jersey-jersey kembar bernuansa gelap dari Nike ini? Terasa berkelas atau malas?

