Penyerang Liverpool Mohamed Salah tak dapat menutupi rasa gembiranya setelah mengantar timnya keluar sebagai juara Liga Champions musim ini.
Di final melawan Tottenham Hotspur di Madrid, Minggu (2/6) dini hari WIB tadi, Salah, yang cedera di final tahun kemarin saat timnya kalah 3-1 dari Real Madrid, membuka keunggulan Liverpool melalui sepakan penaltinya saat pertandingan baru menginjak menit pertama lewat 48 detik.
Itu menjadi gol kedua tercepat di final Liga Champions setelah Paolo Maldini di detik ke-50 untuk AC Milan melawan Liverpool pada 2005, dan Salah pun tercatat sebagai pemain Afrika kelima yang mampu mencetak gol di final Liga Champions setelah Rabah Madjer, Samuel Eto’o, Didier Drogba dan Sadio Mane.
Liverpool pada akhirnya menebus kegagalannya musim lalu seturut gol yang dikemas Divock Origi jelang bubaran, dan keberhasilan ini terasa melegakan buat Salah.
“Ini luar biasa. Tahun lalu adalah kekecewaan yang besar. Sekarang kami kembali [ke final ini] dan kami juara. Ini menyenangkan,” kata Salah kepada laman resmi UEFA.
“Anda bisa melihat para pemain – mereka percaya pada diri mereka masing-masing selama pertandingan. Mereka punya keyakinan dan itu terbayar.
“Ini sudah menjadi upaya besar dari para pemain musim ini. Ini adalah pengalaman yang bagus untuk memainkan final ini. Kami harus meneruskannya.”
Getty
