Alvaro Morata mengaku tidak goyah setelah penampilannya buat Spanyol dikritik habis-habisan, ia berkata "tak semua orang akan menyukai" dirinya menjelang ronde kedua Grup E Euro 2020 melawan Polandia Minggu (20/6) dini hari WIB.
Pasukan Luis Enrique mencatatkan umpan paling banyak dibandingkan negara lain saat laga pembuka mereka melawan Swedia di Seville kemarin Selasa (15/6), namun tak mampu mengoyak jala lawan dan harus berbagi skor kacamata.
Morata, yang baru saja memperpanjang masa peminjamannya di Juventus dari Atletico Madrid, praktis menjadi kambing hitam setelah membuang peluang besar. Berbicara menjelang laga krusial kontra Polandia, penyerang itu membalas cercaan yang ia terima.
"Saya mengaggap situasi [dan kritikan] dengan sangat normal," ujar pemain 28 tahun itu dalam sebuah konferensi pers pra-pertandingan Jumat kemarin. "Saya telah berusaha sejak di level U-17 untuk bisa berada di sini dan berlaga di turnamen ini."
"Tak semua orang akan menyukai saya. Ketika ada kritikan Anda harus menghormatinya, tapi dengarkan sedikit saja dan kembali bekerja. Dalam sebuah laga banyak hal terjadi dengan cepat hingga Anda tidak sempat berpikir."
"Kiper mereka [menutup ruang] dengan sangat baik dan saya harus mengincar area tiang. Saya tidak tahu apakah besok bola akan masuk, tapi saya akan memberikan 200% seperti biasa saya bermain buat Spanyol. Saat Anda imbang padahal pantas menang, normal jika sampai tak bisa tidur."
"Pendapat penonton tidak mengubah mood saya. Jika mencetak gol saya akan berbahagia bagi pendukung saya, namun saya baik-baik saja. Yang paling penting adalah saya hidup dengan normal, bersama dengan rekan-rekan satu tim. Segala yang kami lakukan di sini penting."
"Jelas bahwa penyerang hidup dari gol. Pekerjaan kami adalah untuk mencetak gol. Saya mengerahkan fisik saya mati-matian melawan Swedia dan saya merasa melakukan beberapa hal dengan baik, namun tampaknya ini semua tentang mencetak gol. Itu memang bagian dari pekerjaan kami."
Luis Enrique mendukung Morata saat diwawancarai: "Ia bersemangat. Saya melihatnya sempurna saat pertandingan, ia termotivasi."
"Pekan ini saya tidak perlu mengajarinya apa pun. Ia memainkan permainan yang komplit. Ia berlatih dengan baik dan saya terkesan dengan senyum dan sikapnya."
Setelah gagal mencetak satu gol pun meski membukukan penguasaan bola sebesar 85% dan mengumpan 917 kali dibanding 162 kali milik tamunya, La Furia Roja harus cemas jika ingin kembali menjadi raksasa di kancah sepakbola internasional.
Setelah Swedia mengatasi Slowakia di Grup E, anak asuh Enrique wajib menang jika ingin mengimbangi poin mereka. Kekalahan akan membenamkan mereka kian dalam menjelang laga terakhir babak grup besok Rabu (23/6).
Namun Polandia bisa menunjukkan perlawan sengit setelah Robert Lewandowski dkk tumbang di laga pembuka di Saint-Petersburg.





