Legenda Bayern Munich Lothar Matthaus melemparkan kritik kepada Pep Guardiola dengan menyebutnya sebagai sosok yang "egosentris" lantaran manajer Manchester City itu kerap mengadopsi taktik yang sebetulnya tidak perlu.
Guardiola melesat menjadi salah satu pelatih yang disegani sejak ditunjuk menangani Barcelona pada 2008. Filosofi tiki-taka yang diterapkannya terbukti sukses besar dan menjadi kiblat di dunia sepakbola modern. Ia mampu membawa Barca meraih 14 trofi dalam empat tahun berkarya di Camp Nou, termasuk meraih tiga gelar La Liga Spanyol dan dua gelar Liga Champions.
Guardiola lalu pindah ke Bayern Munich pada 2013 dan berhasil mambawa raksasa Jerman itu merajai kompetisi domestik, tapi gelar Liga Champions tak dapat dicapainya. Hal serupa terjadi saat ia membesut Manchester City, yakni perkasa di ajang domestik, tapi sulit berjaya di Eropa.
Terbaru, di musim 2019/20, City harus rela terhenti di perempat-final Liga Champions setelah dibekap Olympique Lyon. Di laga tersebut, Guardiola disorot karena mengubah taktik 4-3-3 yang biasa dipakainya menjadi 3-4-3, dengan sejumlah pemain top seperti Riyad Mahrez, Phil Foden, David Silva, dan Bernardo Silva dicadangkan.
Lyon menang 3-1 bekat taktik serangan balik mereka yang efisien, sementara Guardiola menyalahkan blunder di lini belakang dan buang-buang peluang sebagai penyebab kekalahan mengejutkan ini.
Matthaus pun menilai Guardiola terjebak dalam pemikiran arogannya sehingga kekecewaan semacam itu terus terjadi dari tahun ke tahun.
"Tentang Pep Guardiola, saya merasa dia selalu ingin melakukan sesuatu yang istimewa di pertandingan besar," kata Matthaus kepada Sport Bild.
“Barcelona memiliki DNA, sistem yang dia pelopori. Pep sukses di sana. Dengan Bayern dan City, dia mencobanya berulang kali dengan sejumlah modifikasi, tapi hasilnya gagal lagi dan gagal lagi.
“Dia selalu ingin memamerkan kepada semua orang bahwa dia bisa melakukan sesuatu yang lebih baik. Saya ingin sekali menasihati dia: Pep, Anda adalah pelatih hebat - tapi tolong pertahankan sistem bermain Anda!
“Saya mendeskripsikannya sebagai sosok yang egosentris. Ya, itu kata yang vulgar, tapi itu karena perbuatannya sendiri. Di Bayern, Robert Lewandowski bahkan pernah coba dia mainkan sebagai sayap kiri dan itu tidak berhasil sama sekali," imbuhnya.
Guardiola kini tengah mempersiapkan City memasuki musim 2020/21, dengan Lionel Messi dikabarkan bakal merapat ke Etihad Stadium.





