Kendati mampu ceploskan dua gol dari empat partai Liga Primer Inggris musim ini, banyak pihak menilai mesin gol Tottenham Hotspur, Harry Kane, tampil kurang maksimal.
Bukan lantaran kesalahan taktik atau kualitasnya terkikis, publik dan media Inggris lebih memandang bahwa Kane mulai dilanda kelelahan fisik. Maklum pemain 24 tahun itu selalu dimainkan Spurs di EPL musim ini, dengan hanya sekali diganti pada menit ke-89, kendati hanya mendapat libur 17 hari usai gelaran Piala Dunia 2018.
Manajer Spurs, Mauricio Pochettino, lantas dituding telah mengeksploitasi kemampuan Kane. Meski begitu, sang manajer langsung membantah anggapan tersebut dan menegaskan bahwa hanya dia dan pihak klub yang paling tahu situasi sang mesin gol.
Pochettino"Saya menghormati semua pendapat dan mereka yang terlibat di sepakbola berhak beropini. Ini adalah musim kelimanya di Spurs dan jika ada orang yang sangat mengenal Kane dengan baik, saya rasa kami orangnya," tutur Pochettino, seperti dikutip The Independent.
"Bukannya kami arogan dan tidak mau menerima pendapat orang lain. Hanya kami yang tahu betul soal kondisi dan situasi Kane karena kami sudah bekerja lama dengannya," lanjutnya.
"Kami tahu bahwa situasi ini tidak perlu dikhawatirkan. Kami bisa mengatasi situasi yang ada. Kami sudah mengambil keputusan dan kami akan mencoba membuat keputusan yang terbaik untuk para pemain serta tentunya buat tim," jelasnya.




