Kanada mencatatkan hasil gemilang pada malam Kamis hingga Jumat di Grup B Piala Dunia. Di kandang sendiri, mereka dengan mudah mengalahkan Qatar: 6-0. Satu-satunya noda besar pada malam itu adalah cedera mengerikan yang dialami Ismaël Koné pada babak kedua.
Sejak peluit kick-off dibunyikan, tim Kanada sudah mendominasi pertandingan. Qatar nyaris tidak bisa berbuat apa-apa dan langsung terdesak ke pertahanan, sehingga gol pembuka tercipta di awal pertandingan. Sama seperti pada pertandingan pertama, mantan pemain Feyenoord Cyle Larin kembali memainkan peran utama. Setelah aksi apik dan umpan silang dari Alistair Johnston, tendangan Jonathan David masih bisa ditepis, namun Larin dengan cepat menyambar bola pantul untuk mencetak gol: 1-0 pada menit ke-16.
Kanada langsung melanjutkan tekanan. Pada menit ke-29, David memperbesar keunggulan dengan cerdik menyambar bola pantul melalui tendangan voli dan mengalahkan kiper untuk kedua kalinya. Sedikit lebih dari satu menit kemudian, keadaan semakin memburuk bagi Qatar: Homam Al-Amin diusir dari lapangan setelah menjatuhkan Tajon Buchanan. Setelah intervensi VAR, kartu merah dikeluarkan, namun tidak ada penalti—pelanggaran tersebut ternyata terjadi tepat di luar kotak penalti.
Tepat sebelum jeda, Kanada memastikan kemenangan mereka. Kiper Qatar gagal menahan sundulan Larin, dan David dengan cepat menyambar bola pantul: 3-0. Kanada memasuki jeda dengan keunggulan yang cukup besar.
Saat Kanada tampak berada dalam posisi yang nyaman, malapetaka menghantam delapan menit setelah babak kedua dimulai. Setelah bersenggolan dengan Assim Omer Madibo, Koné mengalami patah kaki. Para pemain langsung bergegas menghampirinya dan berdiri mengelilinginya. Wasit akhirnya tidak menayangkan tayangan ulang. Madibo, yang tampak sangat sedih, harus meninggalkan lapangan dengan kartu merah.
Pertandingan dilanjutkan beberapa menit kemudian dan Kanada berhasil memanfaatkan keunggulan jumlah pemain dengan optimal. Pada menit ke-64, Kanada memperbesar keunggulan menjadi 4-0 melalui tendangan bebas Nathan Saliba. Ia menghormati rekan setimnya yang cedera dengan mengangkat kaosnya.
Gol kelima tercipta melalui gol bunuh diri: pada menit ke-75, Mohammed Al-Mannai secara tidak sengaja mengarahkan tendangan Jacob Schaffelburg ke gawang sendiri: 5-0. Di menit-menit akhir pertandingan, David mengukir puncak penampilannya. Ia dengan cermat mengontrol tendangan melengkung dari rekan setimnya dan menyelesaikannya dengan tenang: 6-0. Hat-trick yang memang pantas diraih oleh sang bintang.
Berkat kemenangan telak ini, Kanada memimpin Grup B dan sudah bisa mencium aroma babak berikutnya.





