Besiktas menolak untuk meneruskan leg kedua semi-final Piala Turki melawan Fenerbahce yang sempat ditunda akibat pecahnya keributan.
Pertandingan ini awalnya digelar pada awal bulan ini, namun itu dihentikan wasit setelah pelatih Besiktas Senol Gunes mengalami luka di kepala akibat lemparan benda dari arah tribun di Ulker Stadium.
Gunes bahkan membutuhkan perawatan di rumah sakit dan menerima lima jahitan setelah insiden yang terjadi pada menit ke-57 tersebut, yang memaksa duel ini ditangguhkan saat kedudukan 0-0 dan 2-2 secara agregat.
Federasi Sepakbola Turki pada Rabu (25/4) kemarin mengumumkan bahwa sisa laga bakal dilangsungkan pada 3 Mei tanpa kehadiran penonton, namun sehari berselang Besiktas mengumumkan bahwa pihaknya bakal memboikot pertandingan tersebut.
“Meski jutaan orang melihat dengan jelas bahwa Besiktas menjadi satu-satunya korban dari peristiwa ini, Federasi Sepakbola Turki menegaskan bahwa leg kedua semi-final Piala Turki kami melawan Fenerbahce harusnya dilanjutkan dari yang awalnya ditangguhkan,” buka Besiktas lewat pernyataannya.
“Sebagai sebuah klub yang selalu mengedepankan fair play, Besiktas JK memutuskan untuk tidak ambil bagian di Piala Turki, yang menurut rencana dilanjutkan pada Kamis, 3 Mei 2018.
“Kami meyakini bahwa ini adalah tindakan yang paling bermartabat bagi para pendukung Besiktas agar suara mereka didengar.
“Selama 115 tahun kami selalu ada di lapangan, baik itu menang atau kalah. Namun kami takkan tampil pada Kamis, 3 Mei 2018 hanya untuk menerima kekalahan di Masada.
“Kami mengharapkan suporter kami untuk tidak melanjutkan tensi ini, namun kami mengharapkan mereka untuk mendukung tim ini demi meraih gelar liga untuk kali ketiga beruntun dan berada di belakang tim.”
Besiktas untuk sementara menempati urutan kedua di tabel klasemen Super Lig, tertinggal satu poin di belakang Galatasaray yang menjadi lawan mereka berikutnya.




