OLEH MUHAMMAD RIDWAN
Pelatih timnas Indonesia U-19 Bima Sakti, menyebutkan sengaja tidak memasang Asnawi Mangkualam Bahar dan Nurhidayat saat laga kontra Jepang U-19. Ini karena ia ingin memberikan contoh buat para pemain lainnya agar disiplin.
Kedua pemain tersebut memang telat untuk bergabung dengan timnas Indonesia U-19. Lantaran klubnya menahan kepergian mereka karena dirasa tenaganya dibutuhkan untuk tampil di Liga 1.
Akan tetapi, pada akhirnya Asnawi yang merumput bersama PSM dan Nurhidayat yang membela Bhayangkara FC dilepas. Namun, mereka tak diberi kesempatan bermain saat timnas Indonesia U-19 digasak 4-1 Jepang U-19, di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), kemarin (25/3).
"Saya tidak pasang Asnawi dan Nurhidayat, karena saya respek kepada pemain. Pemain yang sudah datang dua atau tiga hari sebelumnya. Mereka baru saja datang. Saya ingin membangun hal respek kepada pemain," ucap Bima.
Selain itu, Bima menyatakan tidak masalah dengan teriakan suporter timnas Indonesia U-19 di SUGBK, yang meminta Indra Sjafri kembali melatih. Cemooh tersebut terjadi karena para pendukung merasa kecewa Garuda Nusantara kalah telak dari Jepang U-19.
"Saya pikir itu hal yang wajar. Jose Mourinho juga pernah merasakannya. Itu wajar. Mereka [suporter] jelas mengharapkan kemenangan. Tapi, ini adalah sebuah proses dan berharap ke depannya semoga bisa lebih baik lagi dan lagi," ujarnya.
