Manajer baru Leicester City Brendan Rodgers mengaku kecewa dengan para pemain dan fans. Alih-alih datang untuk mengubah siutasi The Foxes, debut Rodgers berakhir memalukan lantaran kalah dari Watford 2-1.
Dalam laga lanjutan Liga Primer Inggris akhir pekan lalu itu, pasukan Rodgers kecolongan gol Andre Gray di masa injury-time.
Sebetulnya laga sempat memanas ketika gol pembuka Troy Deeney dibalas Jamie Vardy saat laga menyisakan 14 menit lagi. Nahas, aksi Gray di menit-menit akhir merusak debut eks pelatih Liverpool tersebut.
"Saya benar-benar kecewa terhadap para pemain dan supoter hari ini, sebab kami membuat start dengan lamban dan kecolongan gol cepat di pertandingan ini, yang sungguh tidak ideal, terutama bermain tandang," kata Rodgers kepada LCFC TV.
Rodgers memahami ada 'penyakit' yang harus segera disembuhkan dalam sistem permainan Leicester.
"Saya tahu tren ini mesti kami hilangkan. Saya kira, kami berhasil memasuki permainan, kami sedikit lambat dengan passing-passing kami di babak pertama, tapi kami tetap berhasil berada di sejumlah posisi bagus. Kami memperbaiki satu atau dua aspek saat jeda dan di babak kedua para pemain tampil lebih bagus, saya kira kami terlihat lebih terbentuk untuk menyamakan skor dan kami berhasil," lanjutnya.
Rodgers berharap tak lagi terjadi kekeliruan di tahapan krusial yang bisa merugikan timnya, semisal kebobolan saat laga tinggal beberapa detik lagi.
"Kecolongan gol telat, kami harus mengelola pertandingan dengan lebih baik lagi. Sebab, jika Anda memberi kesempatan di tahapan seperti ini, lawan Adna akan memaksimalkannya," pungkasnya.





