Petinggi Inter Milan Beppe Marotta mengkhawatirkan para penggemar sepakbola sebatas menjadi fans di media sosial. Menurutnya, medsos terkadang bisa menjadi suatu ancaman bagi klub.
Marotta menjelaskan dampak media sosial yang berpengaruh pada Inter, misalnya ketika polemik Mauro Icardi dan istrinya. Postingan-postingan sang striker kerap mengundang kontroversi.
Icardi sendiri akhirnya dicopot dari jabatannya sebagai kapten Nerazzurri. Dalam pandangan Marotta, medsos terkadang bisa menjadi bumerang bagi klub.
"Media sosial adalah instrumen yang tidak tidak bisa kami kendalikan dan hentikan, sebab media sosial bagian dari ruang pribadi para pemain dan keluarga mereka," ujar Morata dalam sebuah event diskusi kemampuan leadership di Milan.
"Kami tidak bisa memblokir penggunaan Instagram dan Twitter. Yang kami harus lakukan adalah memastikan setiap orang memahami media sosial bisa menjadi instrumen yang baik, tapi juga bisa menjadi sesuatu yang berbahaya," jelasnya.
"Inilah kenyataan yang kami semua harusnya beradaptasi. Sebab beberapa tahun lalu media sosial tidak ada. Faktanya, ketika saya memulai pekerjaan ini, kami bahkan tidak memiliki handphone," pungkas eks direktur Juventus tersebut.



