Kendati dianggap sudah tidak memiliki kecepatan, barisan belakang Semen Padang tetap mewaspadai pergerakan striker gaek PSS Sleman Cristian Gonzales ketika kedua tim saling bentrok pada final Liga 2 2018 di Stadion Pakansari, Bogor, Selasa (4/12).
Gonzales dianggap sebagai momok bagi lini belakang lawan. Selama Delapan Besar, penyerang berusia 42 tahun ini telah melesakkan delapan gol, termasuk dua kali membobol gawang Kalteng Putra di leg kedua semi-final.
“Gonzales penyerang berpengalaman. Kalau kecepatan memang sudah berkurang, tapi penempatan posisinya bagus. Insya Allah kami sudah siap menghadapi Gonzales,” ujar bek tengah Novrianto diwartakan laman JPNN.
Duel antara Semen Padang dan PSS ini sebelumnya dijadwalkan berlangsung, Senin (3/12). Namun Stadion Pakansari dikabarkan bakal digunakan untuk kegiatan kepresidenan, sehingga laga diundur menjadi keesokan harinya. Skuat Semen Padang sudah tiba di Bogor kemarin.
Manajer tim Win Bernadino menyatakan, pihaknya baru menerima kabar lisan dari PT Liga Indonesia Baru (LIB). Menurutnya, Semen Padang berencana mengajukan kompensasi atas pengunduran itu.
“Kalau surat [resmi] tiba, kami akan balas dengan harapan adanya kompensasi terhadap munculnya biaya [tambahan ini]. Dapat atau tidaknya dipulangkan kepada mereka. Tapi intinya kami akan memenuhi kewajiban kami untuk hadir di sana,” ucap Win.
Goal Indonesia