LIPUTAN DONI AHMAD DARI MEDAN
Posisi PSMS Medan yang kritis dan kesempatan menjalani trial bersama klub Eropa membuat bek muda Firza Andika galau. Firza mengaku berada dalam posisi serba salah menghadapi situasi ini.
Firza kembali bergabung dengan PSMS setelah selama hampir dua bulan memperkuat timnas Indonesia U-19. Firza disiapkan menghadapi pertandingan melawan Borneo FC, Sabtu (3/11). Namun dua hari selepas laga ini, Firza bertolak ke Belgia untuk mengikuti trial di AFC Tubize.
“Kalau itu saya belum tahu, dari agen juga belum ada konfirmasi. Kalau main dulu untuk PSMS saya siap. Kalau pun berangkat saya siap. Kalau dari jadwal tanggal 5 [November], berarti Kamis sudah ke Jakarta. Tapi dengar kabar, manajemen bilang saya harus main sekali dulu. Mungkin manajemen dan agen sudah koordinasi,” tutur Firza.
“Kalau keinginan pribadi bela PSMS dulu. Inginnya sehabis kompetisi, baru berangkat. Secara profesional habiskan masa kontrak dulu. Tapi mau bagaimana lagi, peluang enggak datang dua kali. Lagi kepikiran juga ini, bingung.”
Firza mengaku sedih dengan kondisi PSMS yang masih terpuruk di dasar klasemen sementara. Namun dia meyakini PSMS masih bisa bertahan di Liga 1.
“Selama di timnas mengikuti, nonton streaming. Sedih juga kemarin waktu PSMS kalah telak. Tapi saya masih optimis. Senior-senior pasti bisa mempertahankan PSMS dari degradasi,” ujarnya.
Sementara itu pelatih Peter Butler mengaku heran Firza hanya bisa membela PSMS di satu laga saja. Sementara tim Ayam Kinantan saat ini krisis pemain, terutama di lini belakang.
“Firza bisa main Sabtu, tapi dia harus berangkat lagi. Untuk apa? Dia [hanya] empat atau lima hari [di Medan]. Kalian tahu pertahanan kami tidak cukup kuat, sedangkan dia diperbolehkan pergi ke Belgia untuk trial,” cetus Butler. (gk-71)
Goal Indonesia