Pengelola Bali United, PT Bali Bintang Sejahtera Tbk berencana melepas 2 miliar lembar saham kepada publik sebagai penandang klub berbasis di Pulau Dewata itu telah go public.
Rencana tersebut membuat Bali United menjadi klub sepakbola pertama di Asia Tenggara yang go public. Pelepasan saham itu merupakan 33,33 persen dari jumlah modal ditempatkan, dan disetor setelah penawaran umum perdana saham (IPO) dengan harga Rp120-180 per saham.
Perseroan berencana menggunakan sekitar 19,1 persen dari hasil IPO untuk belanja modal, dan sekitar 20,4 persen lainnya memperkuat struktur permodalan kepada entitas anak. Sementara 60,5 persen digunakan sebagai modal kerja perseroan.
“Kami semua sangat bangga dengan perkembangan Bali United sampai saat ini. Selama ini kami selalu ditanyakan agar lebih transparan, sehingga semuanya bisa menjadi lebih dekat. Karena itu, kami merencanakan Bali United untuk Go Public,” ujar CEO Bali United Yabes Tanuri.
“Dengan Go Public, semua bisa menjadi pemegang saham Bali United. Kita bisa menjadi sebuah keluarga yang saling memiliki, bangga mengawal, bangga bisa bersama, dan juga bangga bisa memiliki.”
Goal Indonesia