Apakah kamu berusia 24 atau lebih?

Bantu kami memverifikasi usia Anda dengan memberikan jawaban yang jujur. Situs ini berisi iklan perjudian untuk 24+.

Konten yang dibatasi usia

Anda belum cukup umur untuk melihat konten taruhan. Anda akan dialihkan ke halaman utama.

alt
Calvert-Lewin England 2020Getty

Mengharukan! Kisah Epik Dominic Calvert-Lewin, Tangisan Bocah Tertolak Hingga Jadi Bintang Inggris & Everton

“Anda tidak harus hebat untuk memulai, tapi Anda harus memulai untuk menjadi orang hebat.”

Begitu pesan inspiratif dari Zig Zilar, penulis sekaligus motivator kondang Amerika Serikat, menggambarkan bagaimana karakter sejati orang yang sukses.

Di Yorkshire Selatan, Sheffield, seorang bocah terlahir dan menyimpan mimpi tinggi, kelak menjadi pesepakbola hebat di Inggris. Seorang jagoan kecil kebanggaan ayah yang begitu antusias ketika memainkan bola di kakinya. Nahas, di usianya yang masih "hijau", dia sudah harus merasakan patah hati yang begitu mendalam.

Dominic Calvert-Lewin. Tak banyak orang tahu kisah getirnya di masa kanak-kanak di balik kesuksesan yang mulai menghampirinya belakangan.

Calvert-Lewin kecil menjalani petualangan sebakbolanya dengan berbagai penolakan dari banyak pelatih.

Pernah, suatu hari ketika ada kesempatan untuk mengikuti trial pertamanya di sebuah klub lokal Sheffield, Calvert-Lewin hanya bisa mengakhirinya dengan tangisan. Anak enam tahun yang polos, lugu dan malu gagal pamer kemampuan di depan anak-anak berbakat lainnya. Sang ayah hanya bisa membesarkan hati sang anak yang terisak-isak saat pulang ke rumah. 

Kekecewaan tak berhenti sampai di situ. Beranjak remaja, Calvert-Lewin kembali harus merasakan pilu ketika dia tak sedikit pun diperhitungkan oleh para pelatih dan manajer Inggris untuk masuk ke skuad timnas U-16.

Namun sang ayah tak pernah berhenti mengangkat spirit buah hatinya. Karlda Lewin selalu memupuk sikap optimisme bahwa Calvert-Lewin punya potensi dan suatu saat bisa mengguncang sepakbola, setidaknya di Negeri Ratu Elisabeth. Pada akhirnya bakat seseorang akan menemukan jalannya sendiri dan Calvert-Lewin perlahan mulai revans dari kisah pilunya di masa Lampau.

Kini berusia 23 tahun, Calvert-Lewin dewasa, yang enam tahun lalu hanya bermain di klub antah-berantah Stalybridge Celtic, telah mencetak total sepuluh gol sepanjang musim ini untuk klub dan timnas hanya dalam rentang sebulan!

Calvert-Lewin England 2020Getty

Dari yang tertolak, kini idola baru Evertonian itu resmi mencatatkan debut penampilan senior dengan timnas Inggris setelah manajer Gareth Southgate memberinya kepercayaan dengan memanggilnya ke skuad utama pada 1 Oktober lalu usai tampil menggila dengan Everton di tahapan awal kampanye musim 2020/21.

Hebatnya, dalam debut internasionalnya itu di jenjang senior, dia langsung membuka rekening golnya saat The Three Lions melibas Wales 3-0 di Wembley.

Selepas pertandingan itu, sang ayah Karlda Lewin mengungkapkan perasaan emosional sekaligus bangga melihat Calvert-Lewin mengemas gol perdana bagi negaranya.

"Saya ingat, dia tidak bisa masuk ke skuad Victory Shield Inggris U-16, sejumlah pelatih dan manajer tidak memperhitungkannya. Membawa pulang ke rumah bocah enam tahun yang menangis karena dia terlalu malu untuk tampil dari trial pertamanya," kenang Karlda Lewin.

"Ketika dirobohkan, dia bangkit kembali. Lagipula, kamu tidak diperbolehkan untuk bertahan di sini," sambung Karlda Lewin.

"Penolakan seringkali menjadi cara hidup yang mengarahkan Anda ke jalan di mana seharusnya Anda berada. Jika Anda menetap cukup lama di tukang cukur, pada akhirnya Anda pun akan dicukur," sang ayah memberi pengibaratan.

Jika beberapa manajer sepakbola lain ogah memberi Calvert-Lewin kepercayaan, tidak demikian dengan nama-nama seperti Travis Binnion, David Unsworth, Ronald Koeamn, Duncan Ferguson, tak terkecuali pelatih segudang pengalaman dan prestasi Carlo Ancelotti, yang bersabar membina striker yang memulai perjalanan sepakbolanya sejak 2005 mulai dari memperkuat Sheffiled United junior-senior, Stalybridge Celtic, Northampton Town dan sekarang Everton.

"Travis Binnion, David Unsworht, Ronald Koeman, Duncan Ferguson, Carlo Ancelotti. Terima kasih atas kepercayaan terhadap dia ketika para manajer lain tidak demikian," Karlda Lewin menyambung ceritanya di Facebook.

"Air mata yang menetes malam ini adalah yang bahagia, tersenyum pada siapa pun yang pernah mengatakan dia tidak akan pernah berhasil," tegasnya.

"Dominic Nathaniel Calvert-Lewin, pencetak gol debut Inggris dan hadiah atas kerja keras di lapangan. Malam ini milikmu. Selamat anakku, saya mencintaimu dan saya sangat bangga," pungkas sang ayah.

Momen debut sempurna Calvert-Lewin bagi Si Tiga Singa datang setelah dia tampil mentereng bersama Everton sejak memulai edisi 2020/21. Sang penyerang mencetak sembilan gol dalam enam penampilan pertamanya di berbagai kompetisi musim ini, termasuk dua hat-trick fantastis dia September lalu kala bentrok dengan West Bromwich Albion dan West Ham United.

Praktis, capaian ini membuat Calvert-Lewin mejeng di posisi teratas topskor Liga Primer Inggris. Start garang Calvert-Lewin di musim ini juga memberi dampak instan bagi Everton yang sukses menyapu bersih empat laga awal mereka dengan kemenangan dan memuncaki klasemen sementara EPL.

Dominic Calvert-Lewin Everton 2018-19Getty Images

Ada pun perihal gol perdananya di level internasional, Calvert-Lewin menegaskan dirinya tidak akan pernah berhenti untuk bermimpi.

"Mencetak gol dalam debut adalah impian," tuturnya selepas laga kontra Wales.

"Ya, ini yang terbaik [sejuah ini di musim 2020/21]. Saya telah bekerja keras di sini, tapi ini adalah perjalanan panjang. Saya menikmati menit pertandingan ini dan merasa bahagia melangkah maju," tambahnya.

"Saya akan menyimpan kaos nomor 9 ini dan menaruhnya di atas rak perapian," seru Carlvert-Lewin.

Tidak mustahil bagi Calvert-Lewin mencapai keemasannya di periode 2020/21. Bila di musim lalu dia dipercaya tampil di 36 laga Liga Primer dan mengepak 13 gol, musim ini dia sudah mencapai hampir setengah dari koleksinya di edisi 2019/20 hanya dalam empat laga pertama Liga Primer.

Namun yang tak kalah penting, dari Calvert-Lewin, kita belajar seandainya kegagalan itu ibarat hujan, dan keberhasilan laksana matahari, maka butuh keduanya untuk melihat pelangi. Dan Calvert-Lewin sepertinya telah melihat pelangi di depan matanya.

SUKA CERITA INI?

Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

Ikuti GOAL di Google