Eric Maxim Choupo-Moting Thomas Tuchel PSG 2019-20Getty

Tendang Atalanta, Thomas Tuchel: Jika PSG Cetak Gol Pertama, Maka Akan Ada Kedua!

Pelatih Paris Saint-Germain Thomas Tuchel menyatakan, pihaknya selalu percaya diri bisa menyingkirkan Atalanta di perempat-final Liga Champions. Jawara Prancis ini bangkit secara sensasional untuk mengamankan satu tempat di fase semi-final.

PSG tertinggal 1-0 ketika gol Mario Pasalic di babak pertama tampaknya akan membawa duta Serie A Italia mengguncang dunia dengan merebut tiket ke babak semi-final Liga Champions musim ini.

Akan tetapi, pasukan Tuchel sukses bangkit secara emosional dalam rentang tiga menit, di mana Marquinhos menyamakan skor di menit ke-90 sebelum pemain pengganti Eric Maxim Choupo-Moting menentukan kemenangan Les Parisiens tiga menit berselang.

Kepada RMC selepas pertandingan, Tuchel mengakui sempat khawatir timnya bakal angkat koper dari kompetisi antarklub terbaik Eropa itu. Tapi gol penyama Marquinhos mengubah segalanya.

"Bohong kalau saya tidak memikirkan bahwa kami akan tersingkir," tutur Tuchel.

"Setelah 85 menit pertandingan, kami realistis. Akan tetapi, ini bukan perasaan yang umum. Saya selalu punya kesan bahwa ketika kami mencetak gol pertama, kami akan menambah gol kedua dengan tenang," jelasnya.

"Kami menghadapi laga yang sangat sulit dan kami pantas [lolos]. Memang benar ada pula keberuntungan. Tapi secara keseluruhan ini hasil yang pantas," urainya.

"Di babak kedua, kami mengontrol total laga. Saya sempat khawatir dengan fisik tim ini menuju akhir laga. Tapi kami bermain dengan lebih percaya diri. Para pemain yang tampil dari bangku cadangan, mereka sungguh luar biasa," tandasnya.

Senada dengan sang manajer, Marquinhos mengatakan, dia juga punya keyakinan kuat bahwa timnya akan membalikkan keadaan. Di kesempatan yang sama, dia juga memberikan puja-pujinya pada Neymar.

"Kami kalah di tahun yang lain dan tahun ini, kami mencermati pertandingan, kami mendominasi, kami memiliki deretan peluang tapi kami harus yakin," ujarnya kepada RMC.

"Sepakbola adalah tentang motivasi, keyakinan. Jika Anda menonton pertandingan, Anda melihat bahwa mereka agresif. Kami harus menutup seluruh lapangan dan sesegera mungkin kami harus memiliki bola, kami harus beradaptasi dengan cepat. [Kami harus memastikan] bahwa Neymar bebas untuk melakukan apa pun yang dia mau," jelasnya.

Setelah menjalani start yang cukup lamban, di menit-menit akhir jelang laga berakhir Neymar tancap gas. Megabintang 28 tahun itu memberi assist untuk memudahkan Marquinhos mencetak gol penyama sebelum kreasinya pada Kylian Mbappe membuat superstar Prancis itu bisa mengirim crossing pada Choupo-Moting untuk dia mencetak gol penentu kemenangan.

Iklan