Asisten Pelatih PSMS Medan Sulit Tidur

Komentar()
Doni Ahmad
Jajaran pelatih fokus mengasah penyelesaian yang masih menjadi pekerjaan rumah mereka.


LIPUTAN   DONI AHMAD     DARI   MEDAN   

Menangani tim secara langsung di Liga 1 2018 ketika dikalahkan PSIS Semarang dengan skor telak 4-1 menjadi pengalaman pertama Muhammad Yusuf Prasetyo, sehingga membuat asisten pelatih PSMS Medan ini mengaku sulit tidur.

Menangani tim di kompetisi kasta tertinggi menjadi debut Yusuf. Hal itu terjadi karena arsitek tim Djadjang Nurdjaman sedang mengikuti kursus kepelatihan lisensi Pro AFC.

“Memang wajar terjadi bagi saya pelatih muda di debut pertama sebagai pelatih kepala, walaupun cuma satu laga. Itu hal yang sangat berharga bagi saya supaya bagaimana ke depan harus lebih baik. Yang jelas betul-betul saya tidak bisa tidur,” katanya kepada Goal Indonesia.

“Yang jelas kami akan lebih kepada menyempurnakan finishing touch. Sudah bagus menyerang, tapi sering gagal di finishing touch.”

Mandulnya barisan depan PSMS, terutama dari dua legiun asing, Sadney Urikhob dan Wilfried Yessoh, serta belum mengkilapnya performa Dilshod Sharofetdinov mengundang kritikan dari fans.

“Saya juga lihat banyak yang kecewa gak puas dengan pemain asing kami. Itu adalah PR [pekerjaan rumah] kami sebagai pelatih untuk berdiskusi, dan melakukan perbaikan dalam taktikal agar dia betul-betul main dengan apa yang kami mau,” kata Yoyok, sapaan akrabnya.

Artikel dilanjutkan di bawah ini

“Kami akan bicara sama mereka khususnya pemain asing untuk membahas performa mereka.” (gk-71)

 

LIMA ARTIKEL TOP PEKAN INI I
1. Gennaro Gattuso: Saya Bisa Lebih Murka Dari Gianluigi Buffon!
2. Diego Maradona: Jelas, Bukan Penalti!
3. Zinedine Zidane: Orang-Orang Iri Pada Real Madrid
4. 39 Laga Tanpa Kalah, Barcelona Pecahkan Rekor La Liga
5. (Sepakbola) Jerman Yang Tidak Henti Bikin Kagum

Tutup