Apakah kamu berusia 24 atau lebih?

Bantu kami memverifikasi usia Anda dengan memberikan jawaban yang jujur. Situs ini berisi iklan perjudian untuk 24+.

Konten yang dibatasi usia

Anda belum cukup umur untuk melihat konten taruhan. Anda akan dialihkan ke halaman utama.

alt
Kylian Mbappe PSG Paris Saint-Germain

AS Monaco Bayar Mahal Kepergian Kylian Mbappe, Bernardo Silva & Tiemoue Bakayoko


EKSKLUSIF  PETER STAUNTON     PENYUSUN   DIMAS PANJI SETYADI


Banyak pihak terkejut melihat para pemain AS Monaco tertunduk lesu di Stade Louis II, Selasa (21/11). Tapi faktanya klub juara Ligue 1 Prancis musim lalu itu kini telah dipastikan tersingkir dari babak penyisihan grup Liga Champions usai takluk 4-1 dari RB Leipzig.

Namun di sisi lain tidak sedikit yang telah memprediksi Monaco akan kesulitan musim ini setelah melepas para pemain bintangnya.

Skuat mereka tak lagi sama dengan musim lalu saat sukses mengakhiri dominasi Paris Saint-Germain di Prancis dan di saat yang sama juga berhasil melaju hingga semi-final Liga Champions. Saat menghadapi Leipzig, pelatih Leonardo Jardim hanya memainkan lima pemain yang tampil reguler pada musim 2016/17 yang luar biasa itu.

Djibril Sidibe dan Thomas Lemar absen karena cedera, lalu bagaimana dengan empat pemain lain yang menjadi pilar musim lalu? Mereka telah hengkang. Benjami Mendy dan Bernardo Silva pergi ke Manchester City, Tiemoue Bakayoko sekarang di Chelsea, sementara sang bocah ajaib Kylian Mbappe menyeberang ke Paris.

Skuat Monaco mengalami banyak perubahan dalam satu musim dan itu bisa semakin buruk jika SAJA Lemar berhasil Arsenal rekrut di hari penutupan bursa transfer atau Fabinho hengkang ke Manchester United atau - yang lebih buruk - ke klub rival PSG.

Hal tersebut membuat Monaco harus segera bisa mencari solusi. 

Timo Werner RB Leipzig Monaco Champions League 21112017.jpgGetty
Terbaru Keputusan MahalGoal

"Ini bukan hanya karena para pemain yang hengkang di bursa transfer lalu, meski itu juga telah memberikan penjelasan yang cukup banyak karena kami kehilangan lima pemain inti," kata bek tengah Monaco Kamil Glik usai laga.

"Kami tidak bisa mencari-cari alasan dan kini kami harus fokus di liga untuk memastikan kami bisa kembali berlaga di Liga Champions musim depan."

Wakil Presiden Monaco Vadim Vasilyev biasanya tampil percaya diri ketika berbicara di depan publik. Tapi pada Selasa lalu dia mengungkapkan rasa kecewa setelah timnya tersingkir dari Liga Champions.

"Kami sangat kecewa. Mereka telah gagal di Eropa. Di sepakbola terdapat masa-masa sulit dan ini merupakan salah satu di antaranya. Saya tidak suka melihat para pemain menyerah terlalu cepat," ujarnya kepada para wartawan.

Beberapa hari sebelumnya, Vasilyev hadir bersama para pemegang tiket laga Monaco untuk satu musim dan duduk bersama beberapa pemain dan sang pelatih, Leonardo Jardim, yang rutin dilakukan setiap tahun.

Pertandingan Monaco yang berlangsung di markas mereka mungkin tidak dihadiri jumlah suporter yang besar setiap minggunya, tapi para fans mereka memiliki komitmen dan tuntutan yang besar sama halnya seperti para suporter tim-tim lain di luar sana.

Banyak dari mereka yang menyalahkan Vasilyev dan kebijakan transfer klub atas kegagalan di awal musim ini. Monaco kini telah tertinggal enam poin dari PSG di klasemen sementara Ligue 1 - setelah hanya mampu bermain imbang kontra Amiens Jumat lalu - dan kemungkinan akan semakin kesulitan mempertahankan gelar juara jika takluk saat menjamu tim asuhan Unai Emery pada Minggu (26/11).

Performa mereka di Liga Champions lebih buruk lagi. Monaco hanya mampu memperoleh dua poin dari lima laga. Jardim nampak kesulitan membawa timnya menampilkan permainan yang lebih baik setelah kehilangan empat pemain terbaiknya. Sebagai hasilnya, para fans ingin tim segera menemukan solusi.

"Di akhir musim lalu, Anda berjanji tim ini tidak akan tertanggu," tulis salah satu komentar fans. "Anda memberikan Fabinho tiket untuk hengkang dan kita telah kehilangan Mbappe di saat Anda enggan menambah kekuatan PSG - tim rival. Kami tidak mengerti."

Ada juga pendapat yang menyatakan, "kami paham mengapa Anda melepas Mbappe tapi jangan membuat para suporter kecewa dengan mengatakan penjualan itu tidak akan terjadi."

Vadim VasilyevGetty
Kylian Mbappe PSG Paris Saint-Germain
Tiemoue BakayokoGetty Images

"Sejujurnya saya tidak pernah berkata bahwa tidak ada yang akan pergi, tapi benar saya pernah mengatakan tidak akan ada pemain penting yang pergi," jawab Vasilyev. "Mereka yang pergi adalah bagian dari kesuksesan kami dan itu sulit karena kami bertaruh dan mengambil risiko ketika memilih para penggantinya. Kami harus melakukannya untuk bisa kompetitif."

"Kami punya ambisi, kami bermain untuk berada di papan atas. Kami tidak bisa terus meraih kesuksesan seperti musim 2016-2017 di setiap tahun. Kami memiliki skuat yang kompetitif dan sedang berkembang."

Uang yang Monaco dapatkan dari hasil penjualan Mendy, Silva, Bakayoko, Mbappe (£166 juta musim panas mendatang) dan Valere Germain memecahkan rekor tapi para rekrutan baru mereka tidak sebanding.

Para pemain baru seperti Terence Kongolo, Youri Tielemans, Stevan Jovetic, Keita Balde dan Adama Diakhaby mungkin akan menjadi pemain hebat pada saatnya nanti tapi harapan kepada mereka terus meningkat. Ketidakmampuan Monaco mendapatkan pengganti sepadan bagi pemain yang mereka lepas telah berdampak buruk bagi mereka. 

"Sepakbola merupakan sebuah siklus dan kami harus menghormati siklus tersebut. Mungkin para pemain serta klub kami sedang berkembang kami akan lebih baik dan siap untuk kompetisi musim depan," kata Jardim.

HD Benjamin MendyGetty
Bernardo Silva Manchester CityGetty Images

Monaco memang kerap melepas para pemainnya dengan harga semahal mungkin dan merekrut para pemain murah. Dalam beberapa musim terakhir itu berjalan dengan baik. Meski mereka gagal mempersembahkan trofi, Monaco tetap mendapatkan keuntungan besar secara finansial dari para pemain seperti James Rodriguez, Anthony Martial, Geoffrey Kondogbia, Layvin Kurzawa, Aymen Abdennour dan Yannick Carrasco-Ferreira.

Keberhasilan meraih gelar juara musim lalu membuat para fans berpikir Monaco mungkin harus mulai mempertahankan pemain terbaiknya dan bersaing di level yang sama dengan klub seperti PSG. Tapi sejauh ini itu belum terjadi. 

PSG memiliki kekuatan yang sangat besar bahkan tak terbatas karena didukung uang dari Qatar. Sementara Monaco meski mendapatkan dukungan finansial dari sang pemilik dari Rusia Dmitri Rybolovlev, tetap saja belum bisa menyaingi sang rival.

Selain dari para pemain perubahan di Monaco juga terjadi di posisi direktur olahraga. Luis Campos, yang menjabat pada 2013-2016 dan telah membantu membentuk pondasi skuat yang sukses meraih gelar juara Ligue 1, mengundurkan diri dan bergabung dengan Lille. Penggantinya Antonio Cordon hanya bertahan sekitar satu tahun dan hengkang Juli lalu.

Kehilangan para pemain merupakan konsekuensi yang biasa terjadi dari cara mereka bekerja. Mereka hanya kurang beruntung karena hasil dari pengembangan mereka pergi secara bersamaan. Monaco kemudian harus menghadapi musim yang sulit karena harus melakukan transisi dan tidak mengalami kemajuan.

Tersingkir di ajang Liga Champions dan kembali berada di bawah bayang-bayang PSG; mereka tidak melangkah maju namun justru mundur dua langkah.

SUKA CERITA INI?

Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

Ikuti GOAL di Google