Momen itu akhinya telah tiba. Laga pamungkas Liga Primer Inggris 2017/18 kontra Huddersfield Town, Minggu (13/5) esok, bakal terasa sangat emosional bagi Arsene Wenger seiring perjalanan panjangnya bersama Arsenal akan mencapai garis finis.
Dari 22 tahun yang sudah dijalani Wenger di Arsenal, sebanyak sepuluh tahun dihabiskannya di Highbury. Jelang saat-saat terakhirnya bersama klub, tidak heran apabila Wenger terbawa suasana kangen dengan kandang lawas The Gunners itu.
Di Highbury, yang kini sudah berubah wajah menjadi apartemen, Wenger mencapai puncak kariernya. Gelar Liga Primer 2003/4 yang dibarengi Invincibles adalah karya terbesar Wenger yang tercipta di Highbury, sebuah pencapaian yang tidak pernah terulang sejak Arsenal pindah ke Emirates Stadium pada 2006.
Getty“Saya meyakini Highbury memiliki roh yang spesial. Highbury adalah sebuah katedral. Anda bisa merasakan jiwa setiap pemain yang bermain di sana. Terasa begitu spesial, termasuk untuk saya,” katanya.
“Bagi saya, Emirates seperti membeli rumah baru. Butuh waktu sebelum kami merasakannya sebagai sebuah rumah. Emirates adalah stadion yang fantastis, tetapi Highbury memiliki sesuatu yang spesial, yang tidak bisa diciptakan ulang dengan membangun stadion baru.”
“Tetapi kami harus memiliki stadion baru. Pada waktu itu, kami sempat berpikir bahwa kami terlalu ambisius dengan membangun stadion berkapasitas 60 ribu tempat duduk. Tapi pada akhirnya stadion ini sudah sesuai,” jelasnya.



