Arsene Wenger resmi akan menyudahi kiprah panjangnya bersama Arsenal setelah Jumat (20/4) kemarin, raksasa Liga Primer Inggris mengumumkan kepergiannya pada akhir musim 2017/18.
Sulit untuk membayangkan Wenger menangani klub atau sisi mana pun di dunia ini, terlebih sang manajer berusia 68 tahun sudah identik dengan The Gunners, satu-satunya klub yang dibesutnya dalam 22 tahun terakhir.
Namun, pensiun dari dunia sepakbola sepertinya tidak akan menjadi opsi yang diambil Wenger dalam waktu dekat ini, seperti yang sudah pernah diisyaratkannya dalam beberapa kesempatan.
Lalu apa langkah selanjutnya yang akan ditempuh Wenger? Berikut beberapa kemungkinan destinasi yang bisa menjadi tujuan masa depan sang juru taktik.
AS Monaco

Pulang ke AS Monaco bisa menjadi salah satu opsi. Wenger punya nama di sana dalam periode kepemimpinannya pada 1987 hingga 1994 silam.
Selama tujuh tahun mendampingi Monaco, Wenger terbilang cukup sukses dengan mampu mempersembahkan trofi Ligue 1 Prancis saat melakoni debutnya sebagai pelatih pada musim 1987/88.
Kans untuk kembali menangani Monaco bakal terbuka lebar apabila Arsenal memutuskan untuk merekrut Leonardo Jardim, yang sukes mengantarkan Monaco juara Ligue 1 musim lalu sehingga posisi nahkoda menjadi lowong dan bisa diisi oleh Wenger.
Paris Saint-Germain
GettyJika bukan Monaco, maka Paris Saint-Germain bisa menjadi tujuan berikutnya bagi Wenger apabila pulang kampung ke Prancis.
Hal ini memungkinkan karena pelatih PSG saat ini, Unai Emery kerap diganggu rumor tak sedap kendati masih berpeluang mengantarkan klub meraih treble domestik pada musim ini, yakni Ligue 1, Coupe de France dan Piala Liga.
Namun pesaingnya untuk bisa hijrah ke Parc des Princes adalah mantan pelatih Borussia Dortmund, Thomas Tuchel yang sebenarnya juga dibidik oleh Arsenal.
Timnas Prancis atau Inggris

Karier di level klub sudah lama melekat pada diri Wenger, tapi bukan berarti tak ada kesempatan bagi dirinya untuk menangani tim nasional selepas meninggalkan Arsenal.
Prancis memang tengah cemerlang di bawah arahan Didier Deschamps, tapi apabila gagal berprestasi di Piala Dunia 2018 mendatang bukan tak mungkin ada perombakan, dengan Wenger masuk untuk menyiapkan tim jelang kualifikasi Euro 2020.
Sementara untuk Inggris, mereka masih memberi kesempatan bagi pelatih muda, Gareth Southgate untuk bereksperimen. Hanya saja, pencapaian di Piala Dunia akan menjadi tolok ukur dan Wenger berpeluang untuk menjadi arsitek The Three Lions dengan bekal pengalaman segudangnya kala berkiprah di sepakbola Inggris.
MLS

Major League Soccer (MLS) sejauh ini mampu menarik minat deretan bintang sepakbola dunia yang tengah memasuki usia senja.
Namun tidak untuk pelatih, tak banyak yang melanjutkan kiprah di kompetisi utama Amerika Serikat (AS) tersebut. Wenger mungkin saja melakukan hal itu, mengingat usianya sudah hampir memasuki 70 tahun dan berkiprah di liga dengan tekanan yang lebih ringan akan bagus untuk reputasinya.
Liga Super Tiongkok
GettyWenger pernah berkarier di Asia, tepatnya ketika menerima tawaran klub J.League Jepang, Nagoya Grampus pada 1996 silam.
Kesempatan untuk kembali ke benua yang sama terbuka bagi Wenger, tapi bukan Jepang yang jadi tujuan melainkan Tiongkok. Sejumlah pelatih top sudah pernah menjajal Liga Super Tiongkok, sebut saja Sven-Goran Eriksson, Fabio Capello hingga Luiz Felipe Scolari.
Dengan klub-klub yang memiliki banyak pemain bintang dunia saat ini, bukan tak mungkin Wenger tertarik untuk bisa membantu perkembangan sepakbola Negeri Tirai Bambu tersebut.
